Loading...
Loading...
محمد الفاتح
Sultan Muhammad al-Fatih (Muhammad II, 1432–1481 M / 835–886 H) adalah sultan Utsmaniyah yang memenuhi nubuat Nabi Muhammad (shallallahu 'alaihi wa sallam) dengan menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453 M. Lahir di Edirne, ia naik takhta Utsmaniyah pada usia sembilan belas tahun dan segera mempersiapkan diri untuk mengepung ibu kota Byzantium, sebuah tujuan yang belum berhasil dicapai oleh pasukan Muslim selama hampir delapan abad.
Muhammad al-Fatih bukan hanya seorang jenius militer, tetapi juga seorang yang berilmu tinggi. Ia belajar di bawah bimbingan para ulama terkemuka pada masanya, termasuk Syaikh Aq Syams ad-Din dan Mulla Gurani. Ia fasih dalam beberapa bahasa, di antaranya Arab, Persia, Turki, Latin, dan Yunani. Setelah menaklukkan Konstantinopel, ia mengubahnya menjadi Istanbul, sebuah pusat peradaban Islam, dengan mengalihfungsikan Hagia Sophia menjadi masjid serta mendirikan berbagai masjid, sekolah, dan lembaga amal. Ia mengeluarkan Qanunname, sebuah kitab hukum komprehensif yang mengatur administrasi Utsmaniyah.
Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: "Sungguh Konstantinopel pasti akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya." Muhammad al-Fatih dimuliakan sebagai orang yang memenuhi hadits ini. Ia menjadi pelindung para ulama dan membangun kompleks Sahn-i Saman yang terkenal, terdiri dari delapan madrasah di Istanbul. Ia terus memperluas negara Utsmaniyah hingga wafatnya pada tahun 1481 M dalam usia empat puluh sembilan tahun, meninggalkan salah satu kerajaan paling kuat di dunia.
No linked books yet.