Loading...
Loading...
محمد بن كعب القُرَظي
Muhammad ibn Ka'b al-Qurazi adalah salah satu ulama Madinah paling terkemuka dari generasi tabi'in, khususnya dikenal sebagai otoritas dalam tafsir Al-Qur'an. Beliau berasal dari Bani Qurayza, suku Yahudi yang pernah tinggal di Madinah sebelum Islam, dan keluarganya telah memeluk Islam. Ayahnya Ka'b termasuk yang memeluk Islam, dan Muhammad tumbuh sebagai Muslim di Madinah pada masa tak lama setelah generasi kenabian.
Beliau lahir sekitar tahun 19 H dan berkesempatan belajar dari banyak sahabat Nabi, di antaranya Ali ibn Abi Thalib, Abdullah ibn Abbas, Abdullah ibn Mas'ud, Abu Hurairah, dan Abu Ayyub al-Anshari. Keluasan ilmunya sangat luar biasa, dan beliau dikenal bukan hanya sebagai perawi hadis tetapi terutama sebagai ahli tafsir Al-Qur'an.
Dalam bidang tafsir, pandangan-pandangan Muhammad ibn Ka'b diriwayatkan oleh ulama generasi berikutnya dan sering dikutip dalam kitab-kitab tafsir besar seperti karya al-Thabari dan Ibn Katsir. Penafsirannya berciri khas dalam pengakarannya pada riwayat dari para sahabat dan ketajaman linguistiknya dalam memahami kosakata dan konsep-konsep Al-Qur'an.
Khalifah Umar ibn Abd al-Aziz (Umar II) sangat menghormatinya dan dilaporkan berkirim surat dengannya dalam masalah-masalah agama, yang menunjukkan betapa pendapat keilmuannya dihargai bahkan di tingkat pemerintahan tertinggi. Di antara murid-muridnya adalah ulama-ulama besar generasi berikutnya seperti al-Awza'i dan al-Tsawri. Beliau wafat di Madinah sekitar tahun 117 H, meninggalkan warisan besar dalam tradisi tafsir klasik Islam.
Selain hubungannya dengan para sahabat besar, Muhammad ibn Ka'b al-Qurazi juga dikenal karena kemampuannya menyampaikan ilmu dengan cara yang mudah dipahami. Beliau tidak hanya mengumpulkan riwayat tetapi juga mampu menjelaskan makna-makna yang terkandung di dalamnya. Para muridnya menyebar ke berbagai penjuru dunia Islam dan membawa ilmu-ilmunya. Warisan keilmuannya yang paling bertahan adalah kontribusinya dalam tafsir, di mana nama dan pandangannya menjadi referensi tetap dalam karya-karya tafsir klasik hingga hari ini. Hubungan keluarganya dengan Bani Qurayza menambah dimensi sejarah yang menarik pada kisah hidupnya.
No linked books yet.