Loading...
Loading...
محمد إقبال
Allama
Sir Muhammad Iqbal (1877-1938 M / 1294-1357 H) adalah seorang penyair, filsuf, dan pemikir politik dari Sialkot di India Britania (Pakistan modern) yang secara luas dianggap sebagai penyair terbesar berbahasa Urdu dan Persia pada abad ke-20. Ia mendapatkan pendidikan Islam tradisional sebelum melanjutkan studi filsafat di Eropa, meraih gelar doktor dari Universitas Munich dan memperoleh kualifikasi sebagai pengacara dari Lincoln's Inn di London.
Karya sastra dan filosofis Iqbal sangat luar biasa. Kumpulan puisi Persia-nya, termasuk Asrar-i-Khudi (Rahasia Diri), Rumuz-i-Bekhudi (Misteri Ketidakegoisan), dan Javid Nama (Kitab Keabadian), menyajikan filsafat Islam yang dinamis yang berpusat pada konsep khudi (jati diri), dengan merujuk pada Al-Quran dan pemikiran Rumi. Kumpulan puisi Urdu-nya, Bang-i-Dara, Bal-i-Jibril, dan Zarb-i-Kalim, merupakan mahakarya puisi Islam. Karya prosanya, The Reconstruction of Religious Thought in Islam, berupaya menafsirkan ulang filsafat Islam dalam dialog dengan pemikiran Barat modern.
Puisi Iqbal menjadi seruan yang kuat bagi kebangkitan spiritual dan politik umat Islam. Pidatonya yang terkenal di hadapan All-India Muslim League pada tahun 1930 menggagas pembentukan negara Muslim tersendiri di barat laut India, sehingga ia mendapat gelar "Bapak Spiritual Pakistan." Meskipun ia lebih dikenal sebagai penyair dan pemikir daripada ulama agama dalam pengertian tradisional, keterlibatannya yang mendalam dengan Al-Quran, filsafat Islam, dan tantangan modernitas menjadikannya salah satu intelektual Muslim paling berpengaruh di era modern. Ia wafat di Lahore.