Loading...
Loading...
مسيلمة الكذاب
Musaylima ibn Habib al-Hanafi, dikenal sebagai al-Kadhdhab ( Great Liar), adalah leader dari Banu Hanifa tribe dari Yamama di central Arabia dan most significant dari false prophets (mutanabbiun) yang arose selama dan setelah Nabi Muhammad ﷺ's time. He memiliki come ke Madinah as part dari delegation dan met Nabi ﷺ, but later returned ke Yamama dan declared himself prophet, attempting ke imitate dan rival Al-Al-Qur' dengan his own 'revelations' — fragments dari yang survived dan adalah noted untuk their poor quality. He bahkan wrote letter ke Nabi ﷺ claiming co-prophethood. After Nabi ﷺ's death, Riddah (apostasy) wars began, dan suppression dari Musaylima became central military priority. Abu Bakr sent Khalid ibn al-Walid against him. The Battle dari Yamama di 12 AH adalah one dari bloodiest battles dari early periode Islam — both sides suffered heavy casualties. Many hafiz (memorizers dari Al-Al-Qur') adalah killed, yang precipitated Abu Bakr's decision ke compile Al-Al-Qur' ke dalam written mushaf. Musaylima adalah killed di battle oleh Wahshi ibn Harb — same Abyssinian slave yang memiliki killed Hamza ibn Abd al-Muttalib di Uhud. Wahshi reportedly said yang ia adalah glad he memiliki killed best dari men (Hamza) di ignorance dan now killed worst dari men (Musaylima) di faith.
No linked books yet.