Loading...
Loading...
نانا أسماء
Nana Asma'u binti Uthman dan Fodio (1208-1280 H / 1793-1864 M) adalah seorang ulama wanita Afrika Barat yang terkenal, penyair, pengajar, dan pembaharu sosial — putri dari Uthman dan Fodio, pendiri Kesultanan Sokoto. Ia merupakan salah satu wanita paling berprestasi dan berpengaruh dalam sejarah Afrika dan Islam abad ke-19.
Dibesarkan dalam lingkungan keilmuan gerakan pembaruan Sokoto, Asma'u mendapatkan pendidikan Islam yang menyeluruh dan fasih berbahasa Arab, Fulfulde, Hausa, serta Tamachek (Tuareg). Ia belajar di bawah bimbingan ayahnya, pamannya Abdullah ibn Fudi, dan saudaranya Muhammad Bello. Penguasaannya atas berbagai bahasa memungkinkannya menulis dan mengajar di tengah beragam komunitas etnis di Kesultanan Sokoto.
Asma'u adalah penulis yang produktif, mengarang lebih dari enam puluh karya yang diketahui dalam bahasa Arab, Fulfulde, dan Hausa. Tulisan-tulisannya mencakup syair ratapan untuk ayahnya dan para ulama lainnya, puisi-puisi pengajaran tentang teologi dan praktik Islam, puisi-puisi sejarah yang mengisahkan jihad, serta karya-karya yang ditujukan khusus kepada kaum wanita untuk membimbing mereka dalam pembelajaran dan perilaku Islami. Kumpulan puisinya telah dikaji oleh para cendekiawan sejarah Afrika dan Islam sebagai catatan sastra dan sejarah yang unik.
Salah satu sumbangsihnya yang paling luar biasa adalah gerakan Yan Taru — sebuah jaringan para pengajar wanita yang ia organisasi untuk mendidik kaum wanita di Kesultanan Sokoto. Ia melatih para wanita yang disebut jaji yang bepergian dari desa ke desa mengajarkan pengetahuan Al-Quran dan praktik Islam kepada wanita-wanita lainnya, sehingga tercipta sistem pendidikan Islam berbasis akar rumput bagi kaum wanita. Ini merupakan salah satu inisiatif pendidikan wanita yang paling terorganisasi dalam sejarah Afrika pra-kolonial. Nana Asma'u wafat pada tahun 1864 dan dikenang sebagai tokoh pelopor dalam pendidikan wanita Islam serta keilmuan Islam Afrika Barat.
No linked books yet.