Loading...
Loading...
نووي البنتني
Sheikh
Muhammad Nawawi ibn Umar ibn Arabi al-Jawi al-Bantani (1230-1314 H / 1813-1897 M) adalah ulama Islam Asia Tenggara yang paling menonjol pada abad ke-19. Lahir di Tanara, Banten (Jawa bagian barat, Indonesia modern), beliau pergi ke Mekah saat masih remaja dan menghabiskan sebagian besar hidupnya mengajar di Masjid al-Haram, menjadi salah satu tokoh keilmuan terpenting di Hijaz dan jembatan utama antara tradisi keilmuan Arab klasik dengan dunia Muslim Melayu-Indonesia.
Nawawi belajar kepada ulama-ulama Syafi'i terkemuka di Mekah, di antaranya Nawawi al-Makki, Ahmad Zaini Dahlan, dan lainnya. Beliau menguasai fikih, hadits, akidah, dan ilmu-ilmu bahasa Arab, serta menjadi guru bagi para santri dari berbagai penjuru dunia Islam — terutama dari Asia Tenggara, yang datang ke Mekah dalam jumlah besar untuk menunaikan haji dan menuntut ilmu dalam jangka panjang.
Karya ilmiahnya sangat produktif, mencakup lebih dari seratus karya. Beliau menulis dalam bahasa Arab, sehingga karyanya dapat dijangkau oleh dunia Islam yang lebih luas. Di antara karyanya yang paling banyak digunakan adalah Maraqi al-Ubudiyyah (syarh atas Bidayat al-Hidayah karya al-Ghazali), Nihayat az-Zayn (syarh atas Qurrat al-Ayn dalam fikih Syafi'i), Tafsir al-Munir (tafsir Al-Qur'an dua jilid), Qami' at-Tughyan (syarh atas nazam akidah), dan Tanqih al-Qawl (syarh atas hadits). Karya-karyanya menjadi teks pengajaran standar di pesantren di seluruh Indonesia dan Malaysia, dan masih dipelajari hingga hari ini.
Nawawi al-Bantani wafat di Mekah pada tahun 1897 dan dimakamkan di pemakaman Ma'la. Beliau dihormati sebagai Sayyid Ulama al-Hijaz (Pemimpin Para Ulama Hijaz) pada masanya dan merupakan jembatan keilmuan terpenting antara tradisi keilmuan Arabia dan Islam Asia Tenggara.
No linked books yet.