Loading...
Loading...
داود
Prophet
Dawud ibn Isha (Daud, 'alaihis salam) adalah seorang nabi dan raja Bani Israil yang kepadanya Allah menurunkan Zabur (Mazmur), sebuah kitab yang berisi pujian, pengagungan, dan hikmah ilahi. Ia memiliki keistimewaan yang unik dalam Al-Qur'an sebagai seorang nabi, raja, dan pengrajin sekaligus — yang diberkahi Allah dengan kemampuan membentuk besi dengan tangannya sendiri. Ia berasal dari keturunan Ishaq melalui suku-suku Bani Israil dan diutus untuk membimbing kaumnya agar menyembah Allah dengan keadilan dan ketaatan.
Kisahnya bermula sebelum ia diangkat menjadi nabi. Ia adalah seorang prajurit muda dalam pasukan Talut — raja Bani Israil yang diangkat oleh Allah — ketika pasukan tersebut menghadapi prajurit raksasa Jalut. Kebanyakan prajurit diliputi ketakutan, namun Dawud maju ke depan hanya berbekal ketapel. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah (2:251): "Maka mereka mengalahkan mereka dengan izin Allah, dan Dawud membunuh Jalut, dan Allah menganugerahinya kerajaan dan kenabian serta mengajarinya apa yang Dia kehendaki." Ayat ini menyampaikan kedaulatan ilahi di balik kebangkitannya: Allahlah yang mengangkat derajatnya.
Allah menganugerahkan kepada Dawud sebuah karunia yang masyhur dalam bertasbih kepada Tuhannya: gunung-gunung dan burung-burung pun ikut bertasbih bersamanya. Surah Al-Anbiya (21:79): "Dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung untuk bertasbih bersama-sama dengan Dawud. Dan Kami-lah yang melakukan itu." Dan dalam Surah Saba (34:10): "Dan sungguh Kami telah memberikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman), 'Wahai gunung-gunung, bertasbihlah berulang-ulang bersamanya, dan juga burung-burung.'" Pengagungannya kepada Allah begitu menyeluruh dan indah sehingga seluruh alam semesta pun bersatu dalam pujian itu.
Allah juga mengajari Dawud keahlian membuat baju besi dari logam, dengan melembutkan besi di tangannya: Surah Saba (34:10-11): "Dan Kami lunakkan besi untuknya, (dengan wahyu), 'Buatlah baju besi yang sempurna dan ukurlah mata rantainya dengan teliti, dan kerjakanlah kebajikan.'" Rincian ini menunjukkan bahwa karunia kenabian dapat mencakup keterampilan praktis yang memberi manfaat bagi masyarakat, tidak hanya wahyu spiritual semata. Al-Qur'an juga mencatat sebuah perumpamaan tentang dua pihak yang berselisih dan datang ke pengadilan Dawud dalam Surah Shad (38:21-26), yang menggambarkan kewaspadaan yang senantiasa dituntut dari para pemimpin serta kerendahan hati yang harus selalu menyertai kekuasaan.
Nabi Muhammad ☪ bersabda bahwa puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Dawud: berpuasa selang satu hari. Dan shalat yang paling dicintai adalah shalat Dawud: tidur pada paruh pertama malam, shalat sepertiga malam, lalu tidur kembali pada seperenam terakhirnya. Warisan Dawud adalah gambaran seorang yang memadukan keberanian dalam peperangan dengan kedalaman spiritual, otoritas kerajaan dengan kerendahan hati seorang nabi, serta kepemimpinan duniawi dengan pengagungan yang tak henti-hentinya kepada Tuhannya. Putranya, Sulaiman, menggantikannya sebagai raja dan nabi.
No linked books yet.