Loading...
Loading...
ุฐู ุงูููู
Prophet
Dhul-Kifl (semoga keselamatan terlimpah atasnya) adalah seorang nabi dan hamba Allah yang saleh, disebutkan dua kali dalam Al-Quran. Dalam Surah Al-Anbiya (21:85-86): "Dan ingatlah Ismail, Idris, dan Dhul-Kifl โ mereka semua termasuk orang-orang yang sabar. Dan Kami masukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh." Dalam Surah Sad (38:48): "Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ismail, Al-Yasa, dan Dhul-Kifl โ mereka semua termasuk orang-orang pilihan." Kedudukannya yang disejajarkan dengan tokoh-tokoh mulia seperti Ismail, Idris, dan Al-Yasa menetapkan dirinya sebagai salah satu hamba Allah yang paling agung dalam sejarah umat manusia.
Nama Dhul-Kifl ditafsirkan oleh para ahli bahasa Arab sebagai "pemilik bagian" atau "orang yang memenuhi janji" โ menunjukkan sosok yang memikul komitmen berat dan menunaikannya dengan kesetiaan penuh sepanjang hidupnya. Para ulama klasik berbeda pendapat mengenai identitasnya. Sebagian besar mengidentifikasinya dengan Nabi Hizqil dalam tradisi Bani Israil; sebagian lainnya berpendapat bahwa ia adalah seorang laki-laki saleh yang tersendiri, yang diberi kifl (pahala berlipat ganda atau jaminan surga) karena komitmennya yang luar biasa dalam beribadah.
Riwayat yang paling banyak disebutkan dalam literatur tafsir klasik menggambarkan Dhul-Kifl sebagai seorang laki-laki yang, ketika seorang nabi tua mencari penerus yang saleh, ia maju ke depan dan berjanji melakukan tiga hal: berpuasa setiap hari tanpa pengecualian, melaksanakan shalat sepanjang malam tanpa tidur, dan tidak pernah marah. Ia mengikrarkan janji ini secara terbuka dan menepatinya hingga akhir hayatnya dengan kesetiaan yang sempurna. Menurut riwayat-riwayat ini, Iblis sendiri berkali-kali mencoba membangkitkan kemarahannya โ muncul dalam wujud seorang lelaki tua yang membawa keluhan dan berulang kali mengganggunya saat tidur dan waktu shalatnya โ namun Dhul-Kifl tetap tenang dan sabar pada setiap kesempatan, tidak pernah mengingkari janjinya.
Kualitas yang paling ditekankan dalam gambaran Al-Quran tentang dirinya adalah kesabaran (sabr), yang secara tegas Allah nisbatkan kepadanya bersama Ismail dan Idris. Kesabaran ini bukanlah kesabaran yang pasif, melainkan aktif โ sebuah pembaruan komitmen ibadah dan keunggulan moral yang terus-menerus dilakukan setiap hari dalam segala keadaan, bertahan sepanjang seumur hidup dalam ketaatan yang sunyi dan setia.
Meskipun Al-Quran tidak memaparkan narasi panjang tentang kehidupan dan misinya, keberadaannya dalam teks Al-Quran yang disejajarkan dengan para nabi terbesar merupakan kesaksian ilahi tersendiri atas kedudukan luar biasa yang dapat dicapai oleh pengabdian yang kukuh dan tulus kepada Allah. Kisahnya mengajarkan bahwa terkadang amalan ibadah yang paling agung bukanlah yang dramatis atau tampak di hadapan khalayak, melainkan pemenuhan janji-janji seseorang kepada Allah secara diam-diam dan harian sepanjang seumur hidup โ berpuasa ketika tidak ada yang melihat, shalat ketika tidak ada yang mewajibkan, dan menjaga ketenangan ketika marah pun sejatinya bisa dimaklumi.
No linked books yet.