Loading...
Loading...
إسحاق
Prophet
Ishaq ibn Ibrahim (Ishaq, putra Ibrahim, semoga keduanya mendapat keselamatan) adalah seorang nabi Allah, putra kedua Ibrahim, yang lahir dari istrinya Sarah di usia keduanya yang telah lanjut sebagai pemenuhan janji ilahi yang ajaib. Ketika para malaikat mengunjungi Ibrahim di rumahnya di Kan'an untuk mengumumkan akan datangnya azab bagi kaum Lut, mereka juga membawa kabar gembira yang luar biasa baginya. Allah berfirman dalam Surah Adh-Dhariyat (51:28-30): "Kemudian mereka menyampaikan kabar gembira kepadanya tentang seorang anak yang berilmu. Lalu istrinya datang dengan berteriak sambil menepuk wajahnya dan berkata, 'Seorang perempuan tua yang mandul!' Mereka berkata, 'Demikianlah Tuhanmu berfirman; sesungguhnya Dialah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui.'" Kelahiran Ishaq dengan demikian merupakan mukjizat ilahi yang nyata, sebuah tanda kekuasaan Allah atas hukum-hukum alam.
Ishaq tumbuh di tanah Kan'an di bawah bimbingan ayahnya Ibrahim dan mewarisi tauhid murni sang ayah, sehingga ia pun menjadi nabi dan rasul pilihan. Allah berfirman dalam Surah Al-An'am (6:84): "Dan Kami menganugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya'qub — semuanya Kami beri petunjuk. Dan sebelumnya Kami telah memberi petunjuk kepada Nuh, dan di antara keturunannya ada Dawud, Sulayman, Ayyub, Yusuf, Musa, dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan." Beliau disebutkan sebagai nabi dalam Surah Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, Al-An'am, Hud, Yusuf, Ibrahim, Maryam, Al-Anbiya, dan lainnya — selalu dalam konteks karunia ilahi, petunjuk, dan pemilihan kenabian.
Al-Quran secara konsisten mengelompokkan Ishaq bersama Ibrahim dan Ya'qub sebagai keluarga kenabian yang diberkahi, yang melalui mereka perjanjian ilahi tentang tauhid diteruskan lintas generasi. Allah berfirman dalam Surah Hud (11:71): "Dan istrinya berdiri lalu tersenyum. Kemudian Kami memberi kabar gembira kepadanya tentang Ishaq, dan setelah Ishaq ada Ya'qub." Urutan ini disengaja: Ishaq kemudian putranya Ya'qub, generasi demi generasi memanggul cahaya kenabian.
Signifikansi utama Ishaq terletak pada perannya sebagai leluhur garis kenabian Bani Israil. Melalui putranya Ya'qub (yang juga disebut Israil) lahirlah dua belas suku Bani Israil, dan dari suku-suku itulah datang rentetan panjang para nabi: Yusuf, Musa, Harun, Dawud, Sulayman, Ilyas, Al-Yasa', Yunus, Zakariya, Yahya, dan Isa ibn Maryam. Tradisi Islam dengan demikian menghormati Ishaq sebagai mata rantai terpenting dalam keluarga kenabian terbesar dalam sejarah manusia — keluarga yang melaluinya Allah memilih untuk menurunkan wahyu kepada Bani Israil selama lebih dari seribu tahun.
Tradisi Islam membedakan dengan jelas dua garis keturunan yang diberkahi dari Ibrahim: garis Ismail (para nabi Arab, yang puncaknya adalah Muhammad ﷺ) dan garis Ishaq (Bani Israil). Keduanya dimuliakan dalam Al-Quran sebagai pewaris warisan Ibrahim tentang tauhid murni. Ketaatan Ishaq yang tenang dan perannya sebagai leluhur kenabian menjadikannya teladan seorang hamba yang melaluinya keberkahan ilahi mengalir lintas generasi.
No linked books yet.