Loading...
Loading...
صالح
Prophet
Salih (alaihissalam) adalah seorang nabi Allah dan salah satu dari empat nabi yang khusus berasal dari tradisi Arab. Beliau diutus kepada kaum Tsamud, peradaban Arabia kuno yang mewarisi tempat kaum 'Ad. Nasab beliau dalam beberapa sumber klasik disebutkan sebagai Salih ibn Ubayd ibn Asaf ibn Masikh ibn Ubayd ibn Hadir ibn Tsamud. Kaum Tsamud memahat tempat tinggal dan kuil-kuil yang megah dari tebing batu pasir di kawasan al-Hijr di barat laut Arabia — sebuah situs yang kini dikenal sebagai Mada'in Salih di dekat Tabuk, Arab Saudi. Kota pahatan mereka masih berdiri hingga hari ini, menjadi saksi nyata kisah dalam Al-Quran.
Kaum Tsamud telah dianugerahi keahlian arsitektur yang luar biasa, kemakmuran pertanian, dan kekuatan duniawi, namun mereka berpaling kepada penyembahan berhala dan kerusakan moral. Salih menyeru mereka untuk menyembah Allah semata dan mengingatkan mereka akan nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada mereka. Ketika mereka menuntut sebuah mukjizat sebagai bukti kenabiannya, Allah mengeluarkan seekor unta betina dari batu padas — sebuah tanda yang luar biasa di luar kewajaran alam. Allah merekam peringatan Salih dalam Surah Al-A'raf (7:73): "Ini adalah unta betina Allah sebagai tanda bagimu. Biarkanlah ia makan di bumi Allah dan janganlah kamu ganggu dengan keburukan apa pun, niscaya kamu akan ditimpa azab yang pedih."
Unta betina itu merumput dengan bebas dan berbagi air lembah dengan penduduk secara bergiliran setiap hari. Pengaturan ini merupakan ujian ketaatan langsung: tanda mukjizat yang membuktikan kebenaran nabi mereka hidup di tengah-tengah mereka, dan menyakitinya secara tegas dilarang. Meski demikian, orang-orang paling jahat di antara kaum Tsamud — sembilan pemimpin yang disebut dalam Surah An-Naml (27:48) — bersekongkol dan memotong kaki unta betina itu sebagai bentuk pembangkangan yang disengaja. Salih memperingatkan mereka: "Bersenang-senanglah di rumah-rumahmu selama tiga hari, kemudian azab akan datang."
Pada pagi hari keempat, satu teriakan yang menggelegar (as-sayhah) disertai gempa bumi menghancurkan kaum Tsamud seluruhnya. Allah berfirman dalam Surah Hud (11:67-68): "Dan satu teriakan menggelegar menimpa orang-orang yang zalim itu, maka mereka pun binasa di dalam tempat tinggal mereka dalam keadaan tersungkur, seolah-olah mereka tidak pernah hidup makmur di sana. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud benar-benar mengingkari Tuhan mereka; maka binasalah kaum Tsamud." Surah Asy-Syams (91:11-14) juga mencatat akhir mereka: "Kaum Tsamud telah mendustakan [nabinya] karena kedurhakaan mereka, ketika orang yang paling celaka di antara mereka bangkit. Maka rasul Allah berkata kepada mereka, 'Jagalah unta betina Allah dan hak minumnya.' Namun mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu."
Salih dan orang-orang beriman diselamatkan. Kisahnya termuat dalam Surah Al-A'raf, Hud, Asy-Syu'ara, An-Naml, Al-Qamar, dan Asy-Syams. Nabi Muhammad ﷺ pernah menganjurkan para sahabat untuk melewati kawasan Mada'in Salih dengan cepat dan menundukkan pandangan, karena tempat itu adalah negeri yang pernah ditimpa azab ilahi. Misi Salih mengajarkan bahwa mukjizat yang diberikan sebagai tanda sekaligus merupakan ujian ketaatan — dan bahwa mereka yang menentang tanda-tanda ilahi setelah menerimanya akan menanggung akibat yang paling berat.
No linked books yet.