Loading...
Loading...
ููุณู
Prophet
Yusuf ibn Yaqub ibn Ishaq (Yusuf, putra Yaqub, semoga keselamatan tercurah atas beliau) adalah seorang nabi Allah yang kisahnya Allah sendiri sebut sebagai "sebaik-baik kisah" (ahsan al-qasas). Satu surah penuh โ Surah Yusuf (surah ke-12) โ didedikasikan khusus untuk kehidupannya, satu-satunya surah dalam Al-Qur'an yang menceritakan satu narasi berkesinambungan dari awal hingga akhir. Beliau adalah putra kesebelas dari dua belas putra Yaqub dan yang paling dicintai, dikaruniai sejak kecil dengan keindahan yang luar biasa dan kemampuan menafsirkan mimpi.
Ketika Yusuf masih kecil, beliau menceritakan kepada ayahnya sebuah mimpi di mana sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Kecemburuan saudara-saudaranya memuncak dalam sebuah persekongkolan: mereka melemparkannya ke dalam sumur yang dalam saat dalam perjalanan, lalu menyerahkan bajunya yang dilumuri darah palsu kepada ayah mereka. Sebuah kafilah yang lewat menemukan Yusuf dan menjualnya sebagai budak di Mesir. Beliau dibeli oleh seorang pejabat tinggi yang dikenal sebagai al-Aziz. Di rumah tangga al-Aziz, Yusuf menghadapi ujian moral terberat dalam hidupnya: istri al-Aziz berupaya merayunya dengan gigih dan akhirnya mengunci pintu-pintu untuk menjebaknya. Beliau melarikan diri, memohon perlindungan kepada Allah, seraya berkata dalam Surah Yusuf (12:33): "Dia berkata, 'Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika Engkau tidak menghindarkan aku dari tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk memenuhi keinginan mereka dan tentulah aku termasuk orang yang bodoh.'" Beliau dipenjara secara tidak adil, namun memilih penjara daripada dosa.
Di dalam penjara, Yusuf menafsirkan mimpi dua orang tahanan lainnya dengan tepat. Ketika raja Mesir bermimpi sesuatu yang membingungkan tentang tujuh ekor sapi gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi kurus, tahanan yang telah dibebaskan itu teringat kepada Yusuf. Dipanggil menghadap raja, Yusuf menafsirkan mimpi tersebut sebagai tujuh tahun kemakmuran yang akan disusul tujuh tahun kelaparan, dan menyampaikan rencana terperinci untuk mengelola persediaan pangan. Raja mengangkatnya menjadi bendahara Mesir โ secara efektif menjadikannya orang paling berkuasa kedua di negeri itu.
Ketika kelaparan melanda negeri-negeri sekitarnya, saudara-saudara Yusuf datang ke Mesir untuk mencari perbekalan, tanpa menyadari bahwa pejabat berkuasa yang ada di hadapan mereka adalah saudara mereka sendiri. Setelah serangkaian ujian yang disengaja, Yusuf pun memperkenalkan dirinya dalam Surah Yusuf (12:92): "Dia berkata, 'Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni kamu, dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.'" Permaafan beliau kepada orang-orang yang telah menyakitinya begitu dalam merupakan salah satu momen paling mengharukan dalam Al-Qur'an. Ayahnya, Yaqub, tiba di Mesir; ketika Yaqub menempelkan baju Yusuf ke matanya, penglihatannya pun pulih kembali.
Yusuf kemudian memanjatkan sebuah doa yang diabadikan dalam Surah Yusuf (12:101): "Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. (Wahai Tuhan) Pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh." Kisah beliau merupakan pelajaran tertinggi dalam Al-Qur'an tentang kesabaran, kepercayaan pada rencana ilahi, kemenangan kebenaran atas segala bentuk kesulitan, dan kemuliaan memaafkan bahkan kepada mereka yang telah mendatangkan luka paling dalam.
No linked books yet.