Loading...
Loading...
زكريا
Prophet
Zakariya (semoga keselamatan terlimpah kepadanya) adalah seorang nabi Allah dari keturunan para nabi Bani Israil, dari keluarga pendeta. Beliau bertugas sebagai pendeta di tempat suci Yerusalem dan ditunjuk sebagai wali Maryam, ibu dari Isa, ketika Maryam masih bayi yang didedikasikan oleh ibunya untuk berkhidmat di tempat suci tersebut. Beliau hidup pada masa ketika para nabi yang saleh sudah sangat sedikit dan kondisi spiritual Bani Israil telah merosot — suatu kenyataan yang beliau akui dengan penuh kesedihan dalam doanya kepada Rabbnya.
Al-Qur'an mencatat bagaimana Zakariya senantiasa mendapati rezeki yang luar biasa di sisi Maryam di dalam mihrabnya, meskipun tidak ada seorang pun yang mengantarkannya. Surah Ali Imran (3:37): "Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata, 'Wahai Maryam, dari mana ini datang kepadamu?' Ia menjawab, 'Ini dari Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.'" Menyaksikan rezeki yang bersifat ilahi ini mengilhami Zakariya untuk segera berpaling kepada Allah dengan doa memohon seorang pewaris yang dapat meneruskan warisan kenabian.
Beliau telah lanjut usia, istrinya seumur hidup tidak pernah memiliki anak, dan secara alamiah mustahil untuk mendapatkan keturunan. Namun beliau tetap berdoa dengan penuh keyakinan kepada Allah. Surah Maryam (19:3-6): "Ketika ia berdoa kepada Rabbnya dengan suara yang lembut. Ia berkata, 'Ya Rabbku, sungguh tulang-belulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Rabbku. Sungguh aku khawatir terhadap para pewarisku sepeninggalku, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi-Mu seorang putra yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Yaqub. Dan jadikanlah dia, ya Rabbku, seorang yang diridai.'" Doa ini sangat luar biasa karena memadukan pengakuan atas kelemahan manusiawi dengan keyakinan penuh terhadap kemurahan Allah.
Allah mengabulkan doanya dengan kabar gembira tentang seorang putra yang diberi nama Yahya — nama yang langsung diberikan oleh Allah sendiri, yang belum pernah disandang oleh siapa pun sebelumnya. Surah Maryam (19:7): "Wahai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu tentang seorang anak laki-laki yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menjadikan seorang pun yang bernama demikian." Sebagai tanda penguat, Zakariya dibuat tidak mampu berbicara kepada manusia selama tiga hari, hanya bisa berkomunikasi melalui isyarat — semakin menambah rasa syukur dan keyakinannya.
Kehidupan Zakariya menghubungkan masa para nabi Bani Israil di penghujung zaman dengan kelahiran Yahya dan Isa, menjembatani generasi kenabian yang panjang. Menurut riwayat-riwayat klasik, beliau akhirnya wafat sebagai syahid di tangan kaumnya sendiri. Kisah beliau mengajarkan bahwa Allah mengabulkan doa hamba-hamba-Nya tanpa memandang betapa mustahilnya keadaan yang ada, dan bahwa kewajiban setiap mukmin adalah berdoa kepada Allah dengan tulus serta tidak pernah putus asa dari rahmat-Nya.
No linked books yet.