Loading...
Loading...
رابعة العدوية
Rabi'a bint Isma'il al-Adawiyyah (sekitar 714-801 M / 95-185 H) adalah seorang wali Muslim awal dan salah satu tokoh paling terkenal dalam sejarah spiritualitas Islam. Lahir dari keluarga miskin di Basra, Irak, ia menanggung berbagai kesulitan di masa mudanya, termasuk masa perbudakan, sebelum akhirnya mengabdikan dirinya sepenuhnya kepada ibadah dan kecintaan kepada Allah.
Rabi'a paling dikenal karena pemikirannya tentang doktrin hubb — cinta ilahi yang murni dan tanpa pamrih. Ia mengajarkan bahwa Allah seharusnya disembah bukan karena rasa takut terhadap neraka maupun keinginan untuk masuk surga, melainkan semata-mata karena kecintaan kepada-Nya. Doa-nya yang terkenal mencerminkan hal ini: "Ya Allah, jika aku menyembah-Mu karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya. Jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga, jauhkanlah aku darinya. Namun jika aku menyembah-Mu hanya karena Engkau, maka janganlah Engkau halangi aku dari keindahan-Mu yang abadi."
Ajarannya sangat memengaruhi perkembangan tradisi yang berpusat pada cinta dalam Sufisme. Ia menolak berbagai lamaran pernikahan, karena mengkhususkan dirinya sepenuhnya untuk Allah. Para ulama Sufi terkemuka, termasuk Hasan al-Basri — yang menurut sebagian sumber merupakan sezamannya — menghormati kedudukan spiritualnya. Ia wafat di Basra (atau Yerusalem, menurut sebagian riwayat) dan hingga kini tetap menjadi salah satu wanita wali yang paling dihormati dalam sejarah Islam.
No linked books yet.