Loading...
Loading...
سعد بن أبي وقاص
Sa'd ibn Abi Waqqas (600-675 M) adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang dijanjikan masuk surga dan termasuk orang-orang yang paling awal memeluk Islam. Ia masuk Islam pada usia tujuh belas tahun, menjadikannya salah satu Muslim termuda di masa awal dakwah. Ia berasal dari klan Banu Zuhrah dari suku Quraisy dan merupakan paman dari pihak ibu Nabi Muhammad. Nabi dilaporkan pernah bersabda tentangnya, "Inilah pamanku; siapa yang bisa menunjukkan padaku pamannya?"
Sa'd adalah orang pertama yang melesatkan anak panah di jalan Islam dan ikut serta dalam semua perang besar bersama Nabi, termasuk Perang Badr, Uhud, dan Khandaq. Prestasi militernya yang paling besar adalah ketika ia memimpin pasukan Muslim dalam Pertempuran al-Qadisiyyah pada tahun 636 M, di mana pasukan Muslim yang jauh lebih sedikit berhasil mengalahkan Kekaisaran Persia Sassanid yang perkasa. Kemenangan ini membuka jalan bagi penaklukan Islam atas Persia dan mengubah jalannya sejarah. Sa'd juga mendirikan kota Kufah di Irak, yang kelak menjadi salah satu pusat ilmu Islam paling penting.
Sa'd dikenal karena doanya yang dikabulkan. Nabi secara khusus pernah berdoa, "Ya Allah, kabulkanlah doa Sa'd," dan orang-orang sangat berhati-hati agar tidak membuatnya murka. Ia pernah menjabat sebagai gubernur Kufah dan menjadi salah satu dari enam anggota dewan yang ditunjuk oleh Umar untuk memilih khalifah berikutnya. Ia menarik diri dari fitnah yang terjadi setelah pembunuhan Utsman, memilih untuk bersikap netral. Ia adalah orang terakhir dari sepuluh sahabat yang dijanjikan surga yang wafat, meninggal dunia pada tahun 55 H (675 M) di kediamannya di luar Madinah.
No linked books yet.