Loading...
Loading...
سعد بن معاذ
Sa'd ibn Mu'adh (591-627 M) adalah pemimpin suku Aws di Madinah dan salah satu tokoh paling terkemuka di kalangan Ansar (kaum Muslim Madinah yang mendukung Nabi). Ia memeluk Islam melalui dakwah Mush'ab ibn 'Umayr, yang diutus oleh Nabi ke Madinah sebelum Hijrah. Ketika Sa'd masuk Islam, seluruh klan Banu Abdul-Ashhal dari suku Aws mengikutinya, sehingga keislamannya menjadi salah satu yang paling berpengaruh dalam sejarah Islam awal.
Sa'd adalah pendukung setia Nabi dan memainkan peran penting dalam beberapa peristiwa. Pada Pertempuran Badr, ketika Nabi bermusyawarah dengan para sahabat mengenai menghadapi musuh, Sa'd menyampaikan ikrar dukungan yang penuh semangat atas nama kaum Ansar, meyakinkan Nabi akan kesetiaan mutlak mereka. Pada Pertempuran Khandaq (al-Khandaq) di tahun 5 H, Sa'd tertancap panah di lengannya dan menderita luka parah. Meski terluka, ia berdoa kepada Allah agar diberi umur panjang hingga dapat menyaksikan penyelesaian urusan Banu Qurayzah.
Setelah Pertempuran Khandaq, ketika Banu Qurayzah menyerah, Nabi menunjuk Sa'd sebagai penentu nasib mereka. Sa'd memutuskan bahwa para lelaki yang terlibat pengkhianatan harus dihukum mati, sedangkan perempuan dan anak-anak dijadikan tawanan. Nabi bersabda bahwa keputusan Sa'd sesuai dengan keputusan Allah dari atas tujuh langit. Tak lama setelah itu, luka Sa'd kembali terbuka dan ia pun wafat. Nabi bersabda bahwa Arsy Allah berguncang atas kematian Sa'd ibn Mu'adh, sebagai bukti kedudukan luar biasa yang dimilikinya.
No linked books yet.