Loading...
Loading...
سعيد بن زيد
Sa'id ibn Zayd (593-673 M) adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang dijanjikan masuk Surga (al-Asharah al-Mubasharah) dan termasuk dalam golongan yang paling awal memeluk Islam. Ia adalah putra dari Zayd ibn Amr ibn Nufayl, seorang hanif (penganut tauhid) pada masa Jahiliyah yang telah menolak penyembahan berhala kaum Quraysy demi mengikuti agama Ibrahim, dan wafat sebelum Nabi diutus. Nabi bersabda tentang ayah Sa'id bahwa ia akan dibangkitkan pada Hari Kiamat sebagai satu umat tersendiri.
Sa'id dan istrinya Fatimah bint al-Khattab (saudari Umar ibn al-Khattab) termasuk di antara orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Rumah mereka menjadi pusat pertemuan bagi kaum Muslimin awal di Makkah, dan di rumah itulah Umar datang dengan niat hendak mengonfrontasi mereka perihal keimanan mereka. Setelah mendengar bacaan Surah Taha, hati Umar pun melunak dan ia masuk Islam—sebuah peristiwa yang menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah awal Islam. Sa'id dengan demikian memainkan peran tidak langsung namun sangat krusial dalam salah satu peristiwa keislaman yang paling bersejarah.
Sa'id turut serta dalam Perang Uhud, Perang Khandaq, dan seluruh peperangan sesudahnya. Ia tidak hadir dalam Perang Badar semata-mata karena Nabi telah mengutusnya dalam sebuah misi pengintaian. Ia berjuang dalam penaklukan Syam dan Irak pada masa kekhalifahan Umar dan Utsman. Ia adalah seorang yang rendah hati dan saleh, serta menghindari keterlibatan politik di tengah kekacauan (fitnah) yang terjadi pasca terbunuhnya Utsman. Ia wafat di Madinah pada tahun 51 H (673 M) dan dimakamkan di pemakaman al-Baqi.
No linked books yet.