Loading...
Loading...
سلمان الفارسي
Salman al-Farisi (568-656 M) adalah seorang sahabat Persia Nabi Muhammad yang perjalanannya menuju Islam merupakan salah satu kisah masuk Islam yang paling masyhur dalam sejarah Islam. Lahir dari keluarga Zoroastrian di Isfahan, Persia, Salman mulai tertarik dengan tauhid setelah menjumpai sebuah gereja Kristen. Ia meninggalkan kampung halamannya dan mengembara ke berbagai penjuru Timur Tengah, berguru kepada sejumlah rahib dan cendekiawan Kristen. Setiap guru selalu mengarahkannya kepada guru berikutnya, hingga yang terakhir memberitahunya bahwa masa kedatangan nabi terakhir sudah dekat dan menggambarkan tanda-tanda untuk mengenalinya.
Salman melanjutkan perjalanan ke Arabia dan sempat diperbudak di tengah jalan. Setelah akhirnya tiba di Madinah, ia mengenali pada diri Muhammad tanda-tanda yang telah digambarkan oleh para rahib tersebut, lalu memeluk Islam. Nabi membantu mengurus pembebasannya dengan meminta para sahabat ikut berkontribusi untuk menebus dirinya. Pada Pertempuran Parit (al-Khandaq) tahun 5 H, Salman mengusulkan strategi menggali parit pertahanan di sekeliling Madinah, suatu taktik yang tidak dikenal oleh bangsa Arab namun lazim dalam peperangan Persia. Strategi ini terbukti menentukan dalam menggagalkan serangan pasukan koalisi.
Nabi menyatakan bahwa Salman adalah "bagian dari Ahl al-Bayt", menghormatinya layaknya keluarga sendiri. Salman kemudian menjabat sebagai gubernur al-Mada'in (Ctesiphon) di Persia pada masa kekhalifahan Umar. Ia dikenal karena kezuhudannya, menjalani hidup sederhana meski memiliki kedudukan tinggi. Ia dihormati sebagai simbol universalitas Islam, membuktikan bahwa keimanan melampaui batas suku, kebangsaan, dan status sosial.
No linked books yet.