Loading...
Loading...
سارة
Sarah adalah yang pertama wife dari Prophet Ibrahim AS dan one dari most revered women di tradisi Islam. She accompanied Ibrahim melalui every trial dari kehidupannya — confrontation dengan Namrud, emigrations dari Babylon, dan tahun di Palestina dan Mesir. She adalah described di tradisi Islam as woman dari exceptional beauty dan unwavering faith. The Al-Al-Qur' mentions her directly ketika angels came ke Ibrahim dengan news: she laughed dengan joy ketika given glad tidings dari son, Ishaq AS, meskipun her old age (Surah Hud 11:71-72). Her response dari amazement — 'What! Shall I bear child ketika I am old woman dan this husband dari mine adalah seorang old man?' — adalah seorang expression dari awe di power dari Allah, tidak disbelief. tradisi Islam records yang ketika Ibrahim took Hajar dan infant Ismail ke valley dari Mekkah oleh Allah's command dan left them there, Sarah adalah aware dari divine purpose behind action. Sarah adalah mother dari Ishaq AS, dari whom line dari prophecy continued melalui Yaqub (Israel) dan Israelite prophets. She died sebelum Ibrahim AS according ke tradisial accounts dan adalah honored as model dari patience, faith, dan loyalty melalui decades dari migration, trial, dan long wait untuk child. Her story demonstrates yang divine gifts — including children — dapat come di any time oleh akan dari Allah.
No linked books yet.