Loading...
Loading...
شاه ولي الله الدهلوي
Shah
Ahmad ibn Abdurrahim Shah Waliullah ad-Dehlawi (1703-1762 M / 1114-1176 H) adalah ulama Islam paling berpengaruh di anak benua India, lahir di Delhi dari keluarga para ulama. Ayahnya, Shah Abdurrahim, mendirikan Madrasa Rahimiyyah di Delhi, tempat Waliullah menerima pendidikan awalnya. Ia kemudian melakukan perjalanan ke Hijaz untuk menunaikan haji dan menghabiskan empat belas bulan mempelajari hadis di Madinah di bawah bimbingan Syaikh Abu Tahir al-Kurdi al-Madani.
Shah Waliullah adalah seorang cendekiawan serba bisa yang kontribusinya mencakup hadis, fiqh, teologi, filsafat, ekonomi, dan pemikiran politik. Karya utamanya, Hujjat Allah al-Balighah (Hujjah yang Kokoh dari Allah), menyajikan filsafat komprehensif tentang hukum Islam yang menjelaskan hikmah dan landasan rasional di balik hukum-hukum Syariah. Ia menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Persia—bahasa ilmiah yang umum digunakan di India masa Mughal—sehingga untuk pertama kalinya Al-Quran dapat diakses secara langsung oleh kaum Muslim terpelajar di anak benua tersebut. Karyanya al-Fawz al-Kabir fi Usul at-Tafsir membahas prinsip-prinsip penafsiran Al-Quran, sementara al-Insaf fi Bayan Sabab al-Ikhtilaf mengkaji sebab-sebab perbedaan pendapat di antara mazhab-mazhab fikih.
Shah Waliullah berupaya menyatukan umat Islam dengan menjembatani kesenjangan antara keempat mazhab dan merekonsiliasi berbagai posisi teologis yang berbeda. Ia menganjurkan ijtihad seraya tetap menghormati mazhab-mazhab yang telah mapan, serta menekankan pentingnya mempelajari hadis beriringan dengan fiqh. Silsilah keilmuannya yang diteruskan melalui putra-putranya—Shah Abdul-Aziz, Shah Rafi ud-Din, dan Shah Abdul-Qadir—serta para muridnya di kemudian hari, sangat membentuk lanskap intelektual Islam di Asia Selatan dan melahirkan sejumlah gerakan serta lembaga Islam yang berpengaruh besar.
No linked books yet.