Loading...
Loading...
شقيق بن سلمة أبو وائل
Abu Wail
Shaqiq ibn Salama al-Asadi, yang dikenal dengan kunyahnya Abu Wail, adalah salah satu ulama Tabi'un paling senior dan dihormati di Kufah. Ia lahir sebelum era Islam dan hidup selama lebih dari seratus tahun, wafat sekitar tahun 98 H.
Umurnya yang panjang berarti ia secara pribadi menyaksikan dan meriwayatkan dari sejumlah besar Sahabat. Ia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Abdullah ibn Mas'ud — ia termasuk murid utama ibn Mas'ud dan menyerap pendekatannya dalam membaca Al-Qur'an, penalaran hukum, dan ketakwaan pribadi. Ia juga meriwayatkan dari Ali ibn Abi Thalib, Utsman ibn Affan, Hudzaifah ibn al-Yaman, Ammar ibn Yasir, Salman al-Farisi, dan banyak Sahabat lainnya.
Abu Wail sangat terkenal karena ketakwaannya dan kehati-hatiannya yang ketat dalam menghindari dosa dan keterikatan duniawi. Ia adalah salah satu zuhad (ahli zuhud) utama Kufah, sering disebutkan bersama tokoh-tokoh seperti al-Rabi' ibn Khaytham sebagai representasi ideal Muslim awal yang saleh.
Meskipun zuhud, Abu Wail bukan seorang pertapa. Ia mengajar secara aktif di Kufah dan merupakan figur yang terkenal dalam komunitas ilmiahnya. Riwayat-riwayatnya muncul dalam semua koleksi hadis utama termasuk Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.
Abu Wail wafat di Kufah sekitar tahun 98 H, setelah mengabdi kepada komunitas ilmu selama puluhan tahun.
No linked books yet.