Loading...
Loading...
شريح بن الحارث الكندي
Shurayh ibn al-Harith al-Kindi adalah salah satu hakim (qadi) paling terkenal dalam sejarah Islam awal. Ia menjabat sebagai qadi utama Kufah selama sekitar enam puluh tahun, melewati beberapa masa kekhalifahan.
Shurayh adalah anggota kabilah Kindah yang telah dewasa ketika memeluk Islam. Ia termasuk dalam generasi Tabi'un dan belajar langsung dari para Sahabat utama, termasuk Umar ibn al-Khattab, Ali ibn Abi Thalib, dan Abdullah ibn Mas'ud.
Umar ibn al-Khattab menunjuknya sebagai qadi Kufah, sebuah posisi tanggung jawab yang luar biasa mengingat Kufah adalah salah satu kota Muslim terbesar dan paling beragam pada masa itu. Shurayh terus menjabat di bawah Utsman ibn Affan, dan terkhusus di bawah Ali ibn Abi Thalib, yang mempertahankannya sebagai hakim meskipun ada beberapa perbedaan pendapat. Ali sendiri dilaporkan menghadap Shurayh dalam perselisihan hukum mengenai baju besi dan menerima putusan yang melawan dirinya — sebuah kisah yang terkenal sebagai contoh integritas peradilan Islam.
Keputusan-keputusan hukumnya dikumpulkan dan ditransmisikan oleh para ulama kemudian. Ia dikenal dengan putusannya yang ringkas dan tajam yang langsung menyentuh inti perselisihan. Ia tidak mudah terpengaruh oleh tekanan sosial atau status para pihak yang berperkara.
Shurayh hidup hingga usia sangat lanjut, dilaporkan lebih dari seratus tahun, meninggal sekitar tahun 80 H. Namanya menjadi identik dengan gambaran hakim Muslim yang adil dan berpengetahuan.
No linked books yet.