Loading...
Loading...
سفيان الثوري
Imam
Sufyan ath-Thawri (716-778 M) adalah salah satu ulama paling dihormati pada abad kedua Islam, menyandang gelar Amir al-Muminin fi al-Hadith (Pemimpin Orang-Orang Beriman dalam Hadith), sebuah kehormatan yang hanya diberikan kepada otoritas tertinggi dalam keilmuan hadith. Lahir di Kufah, Irak, beliau belajar kepada lebih dari enam ratus guru dan menjadi ulama hadith yang paling diakui di zamannya.
Sufyan juga sangat menonjol sebagai seorang ahli fiqih, dan beliau mendirikan mazhab fiqih tersendiri (mazhab Thawri) yang diikuti di sebagian wilayah Irak dan Khurasan sebelum akhirnya melebur ke dalam mazhab Hanafi. Metodologi hukumnya memadukan ketaatan ketat terhadap hadith dengan kebijaksanaan praktis, dan beliau dikenal karena kehati-hatian serta ketelitian pendapat-pendapat hukumnya. Beliau juga termasuk salah satu zahid terbesar di masanya, hidup dalam kesederhanaan yang luar biasa meski memiliki kemampuan untuk hidup lebih nyaman. Beliau sering menangis karena takut kepada Allah dan berkata, "Aku tidak takut ditanya tentang dosa-dosa yang telah kulakukan; aku takut ditanya tentang nikmat-nikmat yang telah kunikmati."
Sufyan sangat keras dalam mengkritik korupsi politik dan menolak semua jabatan yang ditawarkan oleh para khalifah Abbasiyah, bahkan bersembunyi untuk menghindari paksaan masuk ke dalam jabatan kehakiman. Beliau menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya di Basrah, hidup tanpa dikenal orang hingga wafatnya pada tahun 161 H (778 M). Ahmad ibn Hanbal berkata tentangnya, "Jika engkau ditanya tentang suatu perkara dan engkau mendapati Sufyan pernah berbicara mengenainya, maka itu sudah cukup bagimu." Riwayat-riwayat hadith beliau terdapat dalam keenam kitab hadith yang shahih.
No linked books yet.