Loading...
Loading...
طلحة بن عبيد الله
Talhah ibn Ubaydullah (594-656 M) adalah salah satu orang yang paling awal memeluk Islam dan termasuk dalam sepuluh sahabat yang dijanjikan surga (al-Asharah al-Mubasharah). Ia memeluk Islam melalui dakwah Abu Bakr as-Siddiq dan termasuk dalam delapan orang pertama yang menerima agama ini. Keislamannya mendatangkan penganiayaan berat dari kaum Quraysh, termasuk diikat dan disiksa oleh keluarganya sendiri.
Talhah paling dikenang atas kepahlawanannya yang luar biasa dalam Perang Uhud pada tahun 625 M, di mana ia menjadikan tubuhnya sebagai perisai untuk melindungi Nabi Muhammad ketika barisan kaum Muslimin tercerai-berai. Ia menderita lebih dari tujuh puluh luka dalam pertempuran tersebut, dan tangannya lumpuh permanen setelah ia menggunakannya untuk menangkis tebasan pedang yang diarahkan kepada Nabi. Nabi sendiri bersabda tentang hari itu, "Barang siapa ingin melihat seorang syahid yang berjalan di muka bumi, hendaklah ia melihat Talhah ibn Ubaydullah." Ia juga turut serta dalam Perang Badar dan berbagai pertempuran besar lainnya.
Setelah pembunuhan Utsman ibn Affan, Talhah termasuk di antara mereka yang menuntut keadilan atas terbunuhnya khalifah tersebut. Ia gugur dalam Perang Jamal pada tahun 656 M di dekat Basra. Meskipun terjadi fitnah (kekacauan internal) pada masa itu, Talhah dihormati secara universal oleh kaum Muslimin Sunni sebagai salah satu sahabat terbesar. Ia juga dikenal atas kedermawanannya, dan diriwayatkan bahwa ia mendermakan harta dalam jumlah besar kepada kaum fakir miskin.
No linked books yet.