Loading...
Loading...
عبيد الله بن عبد الله
Ubaidullah ibn Abdullah ibn Utbah ibn Masud (wafat 98 H / 716 M) adalah salah satu dari Tujuh Fuqaha Madinah di kalangan Tabiin, dan cucu dari sahabat mulia Abdullah ibn Masud — salah satu sahabat Nabi yang paling dekat dan otoritas utama dalam bidang Al-Qur'an. Ubaidullah mewarisi kecerdasan ilmiah kakeknya dan menjadi salah satu ulama paling berilmu dan serba bisa di Madinah pada penghujung abad pertama Hijriah.
Ubaidullah belajar dari banyak sahabat terkemuka dan Tabiin senior, di antaranya Aisyah, Abu Hurairah, Abdullah ibn Abbas, Abdullah ibn Umar, Zayd ibn Khalid al-Juhani, dan Ali ibn Abdullah ibn Abbas putra dari Ibn Abbas. Ia juga terhubung melalui tradisi keilmuan keluarganya dengan warisan intelektual kakeknya Ibn Masud, yang aliran bacaan Al-Qur'an dan pemikiran hukumnya telah diwariskan melalui Alqamah ibn Qays dan Ibrahim an-Nakhai. Riwayat-riwayatnya dari Aisyah khususnya sangat banyak dan sangat dihargai, mencakup persoalan ibadah, rumah tangga Nabi, dan kehidupan sosial Islam.
Warisan keilmuan terpentingnya adalah sebagai guru utama dari imam hadis agung Ibn Shihab az-Zuhri. Az-Zuhri menyifati Ubaidullah sebagai "lautan ilmu" dan mengakuinya sebagai gurunya yang paling berpengaruh. Hubungan ini menjadikan pengetahuan hukum dan riwayat-riwayat hadis Ubaidullah tersalurkan melalui az-Zuhri kepada Imam Malik, Sufyan ibn Uyaynah, al-Awzai, dan tradisi klasik yang berkembang sesudahnya. Tanpa pengaruh Ubaidullah terhadap az-Zuhri, besar kemungkinan tradisi keilmuan Madinah akan tersebar dalam bentuk yang berbeda.
Selain hadis dan fikih, Ubaidullah juga dikenal mahir dalam syair Arab dan menggubah bait-bait puisinya sendiri. Ia pernah menjabat sebagai qadi di bawah kekhalifahan Umayyah dan sering dimintai pendapat dalam urusan pemerintahan dan hukum. Ia termasuk dalam jajaran ulama Madinah yang paling terpercaya, dan riwayat-riwayatnya terdapat dalam berbagai kitab hadis kanonik. Ia wafat sekitar tahun 98 H (716 M) di Madinah.
No linked books yet.