Loading...
Loading...
عُبيد الله بن عبد الله بن عُتبة بن مسعود الهذلي
Ubaydallah ibn Abdullah ibn Utbah ibn Mas'ud adalah salah satu dari Tujuh Fuqaha Madinah yang terkenal dan seorang ulama dengan keluasan yang luar biasa yang menggabungkan pengetahuan mendalam tentang hadis, yurisprudensi, tafsir Al-Qur'an, dan puisi Arab dalam sintesis yang tidak biasa. Beliau adalah keponakan dari sahabat besar Abdullah ibn Mas'ud melalui Utbah ibn Mas'ud.
Beliau tinggal di Madinah dan termasuk di antara pria paling terpelajar di generasinya. Guru-gurunya termasuk Aisyah Ummul Mukminin, Ibn Abbas, Abu Hurairah, Abu Sa'id al-Khudri, dan Ibn Umar.
Salah satu aspek paling signifikan secara historis dari karirnya adalah perannya sebagai guru khalifah Umar ibn Abd al-Aziz, yang dianggap sebagai khalifah kelima yang mendapat petunjuk dan salah satu penguasa terbesar dalam sejarah Islam. Ubaydallah mengajar Umar ketika calon khalifah itu masih muda di Madinah, membentuk pembentukan religiusnya dan komitmennya yang mendalam terhadap keadilan dan ketaatan pada Sunnah.
Puisinya juga dirayakan. Beliau menggubah syair Arab yang mengekspresikan tema-tema agama dan refleksi pribadi. Riwayat-riwayatnya muncul dalam Kutub al-Sittah. Beliau wafat di Madinah sekitar tahun 98 H.
Hubungan unik Ubaydallah ibn Abdullah dengan sastra Arab menambah dimensi yang kaya pada kepribadian keilmuannya. Di antara para ulama generasinya, sebagian besar dikenal semata-mata sebagai ahli hadis atau ahli hukum. Kemampuan Ubaydallah untuk berdiri setara dalam kedua bidang ini sekaligus menguasai puisi Arab menempatkannya di antara para polymath dari generasi tabi'in yang langka. Fakta bahwa Umar ibn Abd al-Aziz, yang kemudian membuktikan dirinya sebagai salah satu penguasa paling adil dalam sejarah Islam, belajar di bawah pengawasan Ubaydallah menunjukkan betapa mendalam kualitas pendidikan yang diberikan ulama ini.
No linked books yet.