Loading...
Loading...
أم سلمة
Umm Salamah (596-680 M), yang nama aslinya adalah Hind binti Abi Umayyah, adalah salah satu dari Ummahatul Mukminin dan termasuk dalam kelompok orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Ia dan suami pertamanya, Abu Salamah, termasuk di antara mereka yang berhijrah ke Habasyah untuk menghindari penganiayaan Quraisy, lalu kemudian berhijrah ke Madinah. Ketika Abu Salamah wafat akibat luka yang dideritanya dalam Perang Uhud, Nabi menikahinya karena mengetahui ketakwaannya, kecerdasannya, dan kebutuhan anak-anaknya.
Umm Salamah dikenal dengan kecerdasan dan nasihatnya yang tajam. Nasihatnya yang paling terkenal diberikan saat Perjanjian Hudaybiyyah pada tahun 628 M, ketika para sahabat enggan mematuhi perintah Nabi untuk mencukur kepala mereka dan menyembelih hewan kurban tanpa menyelesaikan ibadah haji. Ia menyarankan agar Nabi melakukan perbuatan tersebut sendiri tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dan ketika beliau melakukannya, para sahabat langsung mengikuti. Kebijaksanaan ini membantu mencegah terjadinya krisis yang berpotensi besar. Ia juga meriwayatkan sekitar 378 hadits, menjadikannya salah satu perawi hadits perempuan yang paling banyak meriwayatkan.
Umm Salamah adalah istri Nabi yang terakhir wafat, meninggal dunia pada tahun 61 H (680 M) di Madinah. Ia hidup melewati masa kekhalifahan Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali, Muawiyah, hingga ke masa pemerintahan Yazid. Ia dikenang sebagai salah satu wanita paling bijaksana dan berilmu di kalangan para sahabat, dan riwayat-riwayat haditsnya mencakup masalah ibadah, hukum keluarga, serta perilaku sosial.
No linked books yet.