Loading...
Loading...
أسامة بن زيد
Usama ibn Zayd (615-674 M) adalah putra dari Zayd ibn Harithah, anak angkat dan mantan budak yang dibebaskan oleh Nabi, serta Umm Ayman, pengasuh Nabi semasa kecil. Ia termasuk orang yang paling dicintai oleh Nabi, yang kerap mendudukkan Usama kecil di satu lutut dan cucunya Hasan di lutut yang lain, seraya berdoa, "Ya Allah, cintailah mereka, karena aku mencintai mereka." Kasih sayang Nabi kepada Usama dan ayahnya sudah dikenal luas di kalangan para sahabat.
Peran Usama yang paling terkenal terjadi sesaat sebelum wafatnya Nabi, ketika Muhammad menunjuk pemuda berusia tujuh belas tahun itu sebagai panglima ekspedisi militer besar ke perbatasan Byzantium di Syam. Sebagian sahabat merasa heran dengan penunjukan seorang yang masih sangat muda untuk memimpin para veteran senior, namun Nabi dengan tegas membela pilihannya, sebagaimana sebelumnya beliau juga membela kepemimpinan ayah Usama, Zayd. Pasukan tersebut berangkat sesaat setelah wafatnya Nabi, dan Abu Bakr bersikeras untuk menghormati perintah Nabi dengan tetap memberangkatkan ekspedisi itu. Kampanye Usama berhasil dan kembali dengan kemenangan.
Usama juga dikenal karena sebuah peristiwa penting di mana Nabi menegurnya karena membunuh seorang musuh yang telah mengucapkan syahadat di tengah pertempuran. Nabi berulang kali bertanya kepada Usama, "Apakah engkau membelah dadanya untuk melihat apakah ia benar-benar tulus?" Pelajaran ini menjadi prinsip mendasar tentang keharaman menyentuh siapa pun yang telah mengucapkan Islam. Usama kemudian menetap di Madinah dan menjalani kehidupan yang tenang penuh ibadah, menghindari keterlibatan dalam konflik-konflik internal yang terjadi di kemudian hari. Ia wafat pada tahun 54 H (674 M).
No linked books yet.