Loading...
Loading...
عتبة بن ربيعة
Utbah ibn Rabi'ah adalah salah satu pemimpin senior Quraysh dan ayah dari Hind bint Utbah yang kelak menikah dengan Abu Sufyan. Ia dikenal sebagai sosok yang bijaksana dan cerdas dalam berpolitik di antara penduduk Mekkah, dan setidaknya sekali mencoba bernegosiasi dengan Nabi ﷺ alih-alih sekadar menentangnya. Pertukaran yang paling terkenal terjadi ketika Utbah mendatangi Nabi ﷺ dan menawarkan kekayaan, kepemimpinan, dan pengobatan atas apa pun yang mendorongnya mengaku sebagai nabi — asalkan beliau menghentikan dakwahnya.
Nabi ﷺ diam mendengarkan hingga Utbah selesai bicara, lalu bertanya: "Sudahkah engkau selesai?" Kemudian beliau membacakan ayat-ayat awal Surah Fussilat (41). Utbah duduk mendengarkan, lalu kembali kepada para pemimpin Quraysh dengan ekspresi yang berubah drastis. Ia berkata kepada mereka bahwa ia telah mendengar perkataan yang tidak pernah ia dengar sebelumnya — bukan puisi, bukan sihir, bukan ramalan — dan ia menyarankan agar mereka membiarkan Muhammad ﷺ dan menunggu apa yang akan terjadi. Para pemimpin Quraysh menolak sarannya.
Utbah mengikuti Perang Badar (2 H) sebagai salah satu pimpinan Quraysh. Ia tewas dalam perang itu — dibunuh oleh Hamzah ibn Abd al-Muttalib dan Ubaidah ibn al-Harits radhiyallahu 'anhuma dalam pertempuran satu lawan satu (mubarazah) yang menjadi salah satu adegan paling dramatik dalam perang tersebut. Anaknya, Abu Hudzaifah ibn Utbah, adalah seorang Muslim taat dan turut hadir dalam Perang Badar di pihak kaum Muslimin — sehingga ia menyaksikan ayahnya sendiri terbunuh, sebuah tragedi yang menggambarkan betapa dalamnya perpecahan yang ditimbulkan oleh dakwah Islam dalam keluarga-keluarga Quraysh.
No linked books yet.