Loading...
Loading...
وكيع بن الجراح
Waki ibn al-Jarrah (746-812 M) adalah salah satu ulama hadits dan fuqaha paling terkemuka pada akhir abad kedua Hijriah, yang menjadi guru utama bagi Ahmad ibn Hanbal dan Muhammad ibn Idris ash-Shafii. Lahir di Kufah dari suku Ruasi, beliau belajar kepada sejumlah besar ulama, di antaranya Sufyan ath-Thawri (yang merupakan guru utamanya), al-A'mash, Hisham ibn Urwah, dan banyak lainnya.
Waki dikenal karena kekuatan hafalannya yang luar biasa, yang beliau nisbatkan kepada menjauhi dosa-dosa. Ketika ash-Shafii muda mengadu kepada Waki tentang kesulitan dalam menghafal, Waki menasihatinya untuk meninggalkan dosa-dosa, karena ilmu adalah cahaya dari Allah dan Allah tidak akan memberikan cahaya-Nya kepada seorang yang berbuat dosa. Kisah ini menjadi salah satu anekdot yang paling banyak dikutip dalam dunia keilmuan Islam. Waki menghafal hadits dalam jumlah yang sangat banyak dan mampu meriwayatkannya dari hafalan tanpa memerlukan catatan tertulis, suatu kemampuan langka yang mengagumkan bahkan bagi para ulama sezamannya.
Waki memadukan penguasaannya dalam hadits dengan ketakwaan dan kezuhudan yang mendalam. Beliau dikenal sering berpuasa dan menghabiskan waktu yang panjang untuk shalat malam. Meskipun memiliki kedudukan ilmiah yang tinggi, beliau hidup secara sederhana dan berhati-hati terhadap keterikatan pada dunia. Ahmad ibn Hanbal sangat menghormatinya, dan kerap mengutip riwayat-riwayat serta pendapat-pendapat fiqihnya. Waki wafat dalam perjalanan pulang dari Haji di sebuah tempat bernama Fid, dekat Madinah, pada tahun 197 H (812 M). Riwayat-riwayatnya terdapat di seluruh enam kitab hadits kanonik.
No linked books yet.