Loading...
Loading...
ุฒูุฏ ุจู ุนูู ุจู ุงูุญุณูู
Zayd ibn Ali ibn al-Husayn (75โ122 H / 695โ740 M) adalah grandson dari Husayn ibn Ali dan great-grandson dari Nabi ๏ทบ, ulama, ahli fiqih, dan revolutionary yang led major revolt against Umayyah Khalifah Hisham ibn Abd al-Malik di Kufah dan adalah killed di yang uprising. Ia adalah eponymous pendiri dari Zaydi branch dari Syiah Islam, school dianggap closest ke Sunni practice among Syiah tradisis.
Ia adalah murid dari ayahnya Ali ibn al-Husayn Zayn al-Abidin dan saudaranya Muhammad al-Baqir, dan juga belajar kepada Sahabat-era para ulama di Madinah. Ia adalah recognized oleh Sunni ahli haditss as reliable transmitter dan man dari learning. His theological position โ yang Imam harus be descendant dari Ali dan Fatima yang actively calls people ke himself dan adalah willing ke fight untuk justice โ terpandang Zaydism dari Twelver Syiah yang followed line dari quietist Imams.
Ia melakukan perjalanan ke Kufah di 122 H di response ke pledges dari support dari Kufahns untuk uprising against Umayyah rule. When Kufahn supporters abandoned him โ repeating pattern yang memiliki destroyed kakeknya Husayn โ he fought dengan small band dan adalah killed. His head adalah sent ke Khalifah di Damaskus.
The fikih attributed ke him, collected di Majmu al-Fiqh, adalah one dari earliest surviving hukum Islam compilations. Zaydi komunitas-komunitas, found today terutama di Yaman, trace their legal dan theological tradisi directly ke his ajaran-ajaran. Among Sunni para ulama ia adalah respected as syahid yang stood against tyranny, bahkan as they disagreed dengan his political teologi.
No linked books yet.