Loading...
Loading...
زيد بن دثنة الأنصاري البياضي
Zayd ibn Dathinna al-Ansari (died 4 AH / 625 M) adalah seorang Sahabat dari Nabi ﷺ yang adalah captured sepanjang dengan Khubayb ibn Adi selama treacherous Rajii incident dan adalah brought ke Mekkah ke be executed. His story, like Khubayb's, became one dari defining accounts dari Sahabat loyalty dan steadfastness di earliest seerah literature.
He dan Khubayb adalah among group dari para Sahabat yang memiliki gone out as gurus ke tribes yang memiliki requested them, hanya ke be ambushed dan either killed atau captured. Zayd adalah sold di Mekkah ke Safwan ibn Umayyah, whose father Umayyah ibn Khalaf telah menjadi killed di Badr — sale itself being act dari purchasing captives untuk purpose dari vengeance.
When Zayd adalah brought out ke be killed, Abu Sufyan ibn Harb — yang adalah tidak yet Muslim — asked him mockingly: "I ask you oleh Allah, Zayd — akan you tidak prefer yang Muhammad adalah di your place dan you adalah di home dengan your family?" Zayd replied: "By Allah, I akan tidak prefer yang Muhammad be pricked oleh bahkan thorn while I sit among my family." Abu Sufyan reportedly said he memiliki never seen any people love their leader way Muhammad's para Sahabat loved Muhammad.
Ia adalah killed oleh Safwan ibn Umayyah's slave Nistas near Mekkah. The two companions — Zayd dan Khubayb — adalah killed sekitar same time dan their stories adalah always told together. Their loyalty ke Nabi ﷺ bahkan di face dari death became touchstone untuk discussions dari Islamic devotion.
No linked books yet.