Loading...
Loading...
زيد بن ثابت
Zayd ibn Thabit (611-665 M) adalah seorang sahabat muda dari kalangan Anshar yang tumbuh menjadi juru tulis paling dipercaya oleh Nabi Muhammad. Lahir di Madinah dari klan Najjar suku Khazraj, ia kehilangan ayahnya sebelum kedatangan Nabi. Meski masih muda, Zayd membuat Nabi terkesan dengan kecerdasannya yang tajam dan dipilih sebagai juru tulis utama untuk mencatat wahyu Al-Qur'an. Ia menghafal seluruh Al-Qur'an semasa hidup Nabi dan dianggap sebagai salah satu otoritas terkemuka dalam bidang Al-Qur'an.
Di luar perannya sebagai juru tulis wahyu, Zayd menunjukkan kemampuan linguistik yang luar biasa. Nabi memerintahkannya untuk mempelajari tulisan kaum Yahudi (Ibrani/Suryani), dan ia berhasil menguasainya hanya dalam beberapa pekan. Hal ini menjadikannya sangat berharga sebagai perantara dan penerjemah dalam surat-menyurat diplomatik negara Islam yang terus berkembang. Ia turut serta dalam peperangan-peperangan besar sejak Perang Khandaq dan mengemban berbagai tugas administratif.
Warisan Zayd yang paling abadi adalah peran sentralnya dalam dua proses pengumpulan Al-Qur'an yang paling penting. Di masa Abu Bakr, ia mengumpulkan seluruh bahan-bahan Al-Qur'an menjadi satu mushaf, dengan mencocokkan secara cermat fragmen-fragmen tertulis dengan hafalan para huffaz. Di masa Utsman, ia memimpin panitia yang menghasilkan salinan-salinan standar yang disebarkan ke seluruh negeri Muslim. Salinan-salinan ini, yang dikenal sebagai mushaf Utsmani, menjadi dasar bagi setiap salinan Al-Qur'an yang ada hingga hari ini. Zayd juga berperan sebagai penasihat terpercaya dalam hukum waris dan merupakan salah satu ulama terkemuka Madinah hingga wafatnya pada tahun 45 H (665 M).
No linked books yet.