Loading...
Loading...
زينب بنت علي بن أبي طالب
Zaynab bint Ali ibn Abi Talib (died ca. 62 AH / 682 M) adalah daughter dari Ali ibn Abi Talib dan Fatima al-Zahra, granddaughter dari Nabi ﷺ, dan one dari most significant women di sejarah Islam. She witnessed dan survived massacre di Karbala di 61 AH, dan her subsequent journey as captive ke Damaskus dan her defiant speeches sebelum Umayyah court made her one dari most revered figures di Islamic consciousness, khususnya di Syiah tradisi.
Ia adalah lahir di Madinah dan grew up di Nabi ﷺ's household, reportedly named oleh Nabi ﷺ himself. Ia adalah deeply educated di ilmu Islam, narrating hadith dari her parents dan dari her grandmother Fatima's hadith meriwayatkan melalui family. Ia adalah dikenal karena her eloquence dan courage.
After death dari her father Ali dan brother Hasan, she witnessed events yang led ke Karbala. When her brother Husayn ibn Ali adalah killed di Karbala pada 10th dari Muharram 61 AH, Zaynab adalah present. She gathered surviving children dan women, protected sick Ali ibn Husayn (Zayn al-Abidin), dan adalah taken captive dengan survivors ke Kufah dan then Damaskus. Before court dari Yazid ibn Muawiyah, she delivered speech dari extraordinary power denouncing injustice dari what telah menjadi done, yang seerah literature preserves.
She died few tahun setelah Karbala, dengan her burial place disputed between Damaskus, Kairo, dan Madinah. Her role di preserving memory dan narrative dari Karbala dan di protecting Nabi ﷺ's lineage gave her enduring place as one dari most terkenal women di tradisi Islam.
No linked books yet.