Muttafaq 'Alayhi: Hadits yang Disepakati Bukhari dan Muslim
Suggest editIstilah muttafaq alayhi (Arab: المتفق عليه, secara harfiah berarti “disepakati”) merujuk pada hadits yang terdapat dalam Shahih al-Bukhari maupun Shahih Muslim — dua koleksi hadits paling otoritatif dalam Islam Sunni. Hadits dengan sebutan ini memiliki tingkat keaslian tertinggi dalam ilmu hadits, karena baik Imam al-Bukhari maupun Imam Muslim, secara independen, menilai riwayat tersebut memenuhi kriteria mereka yang ketat untuk sanad yang shahih.
Dua Kitab Shahih
Shahih al-Bukhari (dikompilasi oleh Imam Muhammad ibn Ismail al-Bukhari, 194–256 H) dan Shahih Muslim (dikompilasi oleh Imam Muslim ibn al-Hajjaj al-Naysaburi, 204–261 H) bersama-sama membentuk apa yang disebut para ulama sebagai Shahihayn (Dua Shahih). Fakta bahwa suatu hadits memenuhi kriteria keduanya secara bersamaan — mencapai apa yang disebut ulama sebagai ittifaq (kesepakatan) — berarti hadits tersebut telah dinilai oleh dua otoritas yang independen dan ketat.
Penggunaan Oleh Para Ulama
Ulama hadits klasik, ahli fiqih, dan para komentator menggunakan frasa muttafaqun alayhi sebagai singkatan ketika mengutip hadits untuk menunjukkan bahwa hadits itu terdapat dalam kedua koleksi. Karya-karya seperti Bulugh al-Maram karya Ibn Hajar al-Asqalani dan Umdah al-Ahkam karya Ibn Qudamah al-Maqdisi sering mengutip hadits dengan sebutan ini.
Perbedaan dengan Tingkatan Hadits Lainnya
Para ulama membedakan antara hadits yang disepakati dan yang hanya diriwayatkan oleh salah satu dari dua syaikh:
- Muttafaq alayhi — dalam Bukhari dan Muslim (tertinggi)
- Munfarid bi-Bukhari — hanya dalam Bukhari
- Munfarid bi-Muslim — hanya dalam Muslim
Pada Islam.wiki, hadits muttafaq alayhi diidentifikasi secara otomatis berdasarkan perbandingan teks Arab lintas koleksi. Hadits dengan sebutan ini ditandai dengan lencana khusus di halaman detailnya.