Pemeliharaan Al-Qur'an
Suggest edit## Pemeliharaan Al-Qur'an
Allah subhanahu wa ta'ala memelihara Al-Qur'an al-Karim dari penyimpangan dan perubahan, dan ini adalah janji ilahi yang tegas: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami-lah yang memeliharanya." (Al-Hijr: 9). Pemeliharaan ilahi ini terwujud dalam perjalanan sejarah yang berkesinambungan selama empat belas abad.
### Pemeliharaan di Masa Nabi
Pencatatan Al-Qur'an dimulai sejak turunnya ayat-ayat pertama, karena Nabi shallallahu alaihi wasallam bersungguh-sungguh mendokumentasikannya dengan dua cara: hafalan dalam dada dan penulisan di atas baris. Setiap kali wahyu turun, beliau memerintahkan para juru tulisnya untuk segera mencatatnya pada apa yang tersedia berupa pelepah kurma, batu tipis, tulang unta, dan kulit. Nabi memiliki banyak juru tulis wahyu, di antaranya yang paling terkenal: Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Thalib, Muawiyah bin Abi Sufyan, dan Ubay bin Ka'ab radhiyallahu anhum.
### Hafalan dalam Dada
Menghafal Al-Qur'an dalam dada adalah metode utama umat Islam pertama, di mana para sahabat berlomba-lomba menghafalnya ayat per ayat dan surah per surah. Jumlah penghafal dari kalangan sahabat mencapai ribuan orang, di antaranya yang mengumpulkan seluruh Al-Qur'an: Abdullah bin Mas'ud, Muadz bin Jabal, Ubay bin Ka'ab, Zaid bin Tsabit, dan Utsman bin Affan radhiyallahu anhum.
### Pengumpulan Al-Qur'an di Masa Abu Bakar
Setelah Perang Yamamah (633 M) yang menewaskan banyak penghafal, Umar bin Khattab menyarankan kepada Abu Bakar ash-Shiddiq untuk mengumpulkan Al-Qur'an dalam satu mushaf. Abu Bakar mempercayakan tugas agung ini kepada Zaid bin Tsabit yang bekerja dengan tingkat ketelitian dan verifikasi tertinggi, dan tidak menerima satu ayat pun kecuali dengan dua orang saksi.
### Penyatuan Mushaf di Masa Utsman
Pada masa Khalifah Utsman bin Affan, ketika wilayah negara Islam meluas dan perbedaan dalam bacaan semakin banyak, beliau memerintahkan penyalinan mushaf yang telah dikumpulkan di masa Abu Bakar ke dalam beberapa naskah (dikatakan lima atau tujuh) dan mengirimkannya ke wilayah-wilayah, serta memerintahkan pembakaran selain itu dari lembaran-lembaran yang bertentangan. Mushaf Utsmani inilah yang menjadi dasar mushaf yang beredar hingga hari ini.
### Ilmu Qiraat
Ilmu qiraat muncul untuk mengendalikan pelafalan Al-Qur'an sesuai yang sahih dari Nabi. Tujuh qiraat yang mutawatir semuanya benar dan diturunkan dari Allah, disandarkan secara mutawatir kepada Imam Tujuh: Ibnu Katsir, Nafi', Abu Amr, Ibnu Amir, Ashim, Hamzah, dan al-Kisa'i rahimahumullah. Qiraat yang paling banyak tersebar hari ini adalah qiraat Hafsh dari Ashim.
### Mukjizat dalam Pemeliharaan
Pemeliharaan Al-Qur'an selama empat belas abad dengan cara yang identik di antara satu miliar Muslim merupakan bukti nyata atas kebenaran janji Allah untuk memeliharanya. Tidak ada dalam sejarah umat manusia kitab lain yang mempertahankan teks aslinya dengan ketelitian ini melewati rentang waktu yang sangat panjang, terpelihara dalam dada dan di atas baris secara bersamaan.
Last updated: 3/9/2026