Rajab dan Sya'ban
Suggest editRajab dan Sya'ban adalah dua bulan penting dalam kalender Hijriyah yang mendahului bulan Ramadan. Keduanya memiliki keutamaan tersendiri dalam tradisi Islam, meskipun banyak amalan khusus yang dikaitkan dengan kedua bulan ini tidak memiliki dasar hadits yang sahih.
Bulan Rajab
Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriyah dan merupakan salah satu dari empat bulan haram (mulia) yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Allah berfirman dalam Surah al-Tawbah ayat 36 bahwa jumlah bulan di sisi Allah ada dua belas, di antaranya empat bulan haram.
Pada masa Jahiliyah, orang-orang Arab sangat menghormati bulan Rajab dengan menghentikan peperangan. Islam kemudian mengakui kemuliaan bulan haram ini. Namun demikian, tidak ada hadits sahih yang menetapkan amalan khusus yang dikhususkan hanya untuk bulan Rajab.
Isra' dan Mi'raj
Peristiwa Isra' dan Mi'raj (perjalanan malam Nabi ﷺ ke Baitul Maqdis dan Mi'raj ke langit) secara populer sering dikaitkan dengan bulan Rajab, tepatnya 27 Rajab. Namun, para ulama berbeda pendapat tentang tanggal pasti peristiwa bersejarah ini, dan tidak ada kesepakatan ilmiah tentang hal tersebut. Peringatan khusus pada 27 Rajab tidak memiliki dasar yang kuat dalam Sunnah.
Bulan Sya'ban
Sya'ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah, tepat sebelum Ramadan. Nabi Muhammad ﷺ sangat memperhatikan bulan ini. Dalam hadits Sahih Bukhari, Aisyah radhiallahu'anha berkata bahwa Nabi ﷺ berpuasa lebih banyak di bulan Sya'ban dibanding bulan-bulan lainnya (selain Ramadan). Ketika ditanya alasannya, beliau menjawab bahwa di bulan ini amal-amal diangkat kepada Allah, dan beliau ingin amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa.
Malam Nisfu Sya'ban
Malam pertengahan Sya'ban (15 Sya'ban) sering disebut sebagai malam yang istimewa. Terdapat hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan malam ini, namun para ulama hadits berbeda pendapat tentang derajat sahih tidaknya hadits-hadits tersebut. Sebagian ulama seperti Ibn Rajab al-Hanbali memandang malam ini memiliki keutamaan. Namun, mengkhususkan ibadah tertentu pada malam ini secara berjamaah adalah sesuatu yang diperdebatkan.
Persiapan Menuju Ramadan
Yang paling penting dari kedua bulan ini adalah pemanfaatannya sebagai persiapan menuju Ramadan: membiasakan puasa sunnah, memperbanyak tilawah Al-Qur'an, dan meningkatkan amalan-amalan ibadah secara umum.