Tauhid
Suggest editTauhid dalam Islam
Tauhid adalah inti dan dasar ajaran Islam, yaitu keyakinan bahwa Allah adalah Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam rububiyah (ketuhanan), uluhiyah (peribadahan), maupun dalam asma dan sifat-Nya. Allah berfirman: "Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia." (QS. Al-Ikhlas: 1-4).
Pembagian Tauhid
Para ulama membagi tauhid menjadi tiga bagian utama:
- Tauhid Rububiyah: Mengakui bahwa hanya Allah yang menciptakan, memberi rezeki, dan mengatur seluruh alam semesta.
- Tauhid Uluhiyah: Mengesakan Allah dalam ibadah — hanya Allah yang berhak disembah. Inilah makna "Laa ilaaha illallah".
- Tauhid Asma wa Sifat: Beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Sunnah, tanpa menyeleweng, menolak, menyerupakan, atau menggambarkan.
Pentingnya Tauhid
Tauhid adalah kewajiban pertama bagi setiap mukallaf. Allah berfirman: "Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56). Semua nabi dan rasul diutus untuk menegakkan tauhid.
Lawan Tauhid
Lawan tauhid adalah syirik, yaitu memalingkan sebagian ibadah kepada selain Allah. Syirik adalah dosa terbesar. Allah berfirman: "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya." (QS. An-Nisa: 48).