Adab Makan dan Minum dalam Islam
Adab makan dan minum dalam Islam merupakan bagian dari ajaran Islam yang sangat terperinci dan penuh hikmah. Setiap aspek dari cara seseorang makan dan minum memiliki panduan dalam Islam, yang mencerminkan bahwa Islam adalah agama yang komprehensif dan memperhatikan setiap detail kehidupan manusia. Mengikuti adab makan dan minum bukan hanya masalah kesopanan, tetapi juga bentuk ibadah dan penghormatan terhadap nikmat Allah yang berupa makanan.
Adab pertama yang paling mendasar adalah memulai makan dan minum dengan membaca Bismillah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan: "Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah. Jika ia lupa menyebut nama Allah di awal, hendaklah ia mengucapkan 'Bismillahi fi awwalihi wa akhirihi' (Dengan nama Allah di awal dan akhirnya)." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Membaca Bismillah adalah pengakuan bahwa semua rezeki datang dari Allah, bukan semata-mata hasil usaha manusia. Adab selanjutnya adalah mengakhiri makan dengan membaca Alhamdulillah, sebagai ungkapan syukur atas makanan yang telah diberikan Allah.
Islam mengajarkan agar makan dengan tangan kanan dan dimulai dari makanan yang terdekat. Rasulullah bersabda kepada Umar bin Abi Salamah yang ketika kecil makan dari berbagai sisi nampan: "Wahai anak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang terdekat darimu." (HR. Bukhari dan Muslim). Larangan makan dari berbagai sisi nampan adalah untuk menghormati orang-orang yang makan bersama dan untuk memastikan semua orang mendapat bagian yang adil. Makan dengan tangan kiri dilarang karena syaitan makan dengan tangan kirinya, dan seorang Muslim tidak boleh menyerupai syaitan dalam kebiasaannya.
Islam sangat melarang makan dan minum berlebihan. Rasulullah bersabda: "Tidaklah seorang manusia memenuhi wadah yang lebih buruk dari perutnya sendiri. Cukuplah bagi seseorang beberapa suap yang dapat menegakkan tulang belakangnya." Makan berlebihan menyebabkan kelemahan tubuh, kelesuan dalam beribadah, dan berbagai penyakit. Para ulama mengatakan bahwa banyak penyakit berasal dari perut yang terlalu penuh. Makan dengan porsi yang moderat adalah praktik kesehatan yang dianjurkan Islam jauh sebelum ilmu kedokteran modern membuktikannya secara ilmiah.
Adab minum dalam Islam juga sangat terperinci. Dilarang minum langsung dari wadah besar seperti kendi atau ember tanpa menuangkannya terlebih dahulu ke gelas. Dilarang minum dalam posisi berdiri kecuali dalam keadaan darurat, meskipun ada beberapa hadits yang membolehkannya. Namun yang lebih utama adalah minum dalam posisi duduk. Dilarang meniup minuman yang panas. Rasulullah minum dengan tiga tegukan, bernapas di luar gelas antara tegukan. Semua adab ini memiliki hikmah kesehatan yang kini semakin dibuktikan oleh ilmu pengetahuan modern. Dengan mengamalkan adab makan dan minum ini, seorang Muslim sedang menghidupkan sunnah Rasulullah dan menjaga kesehatannya sekaligus.
References in This Article
Related Articles
Adab — Islamic Etiquette and Manners
The Prophetic etiquettes for eating, drinking, sleeping, greeting, visiting, and social interaction.
Haya — Modesty in Islam
The comprehensive Islamic concept of modesty: in dress, speech, behavior, and the gaze. A branch of faith.
Tawbah — Repentance in Islam
The door of repentance: conditions for valid tawbah, major vs minor sins, and the infinite mercy of Allah.
Sabr — Patience in Islam
The virtue that encompasses all trials: patience in worship, patience from sin, and patience with Allah's decree.