Wafatnya Nabi Muhammad (shallallahu alaihi wasallam)
Sakit Terakhir
Segera setelah kembali dari Haji Wada' (10 H), Nabi mulai mengalami sakit yang parah โ demam tinggi dan sakit kepala yang intens. Meskipun demikian, selama beberapa hari beliau tetap memimpin shalat. Ketika beliau tidak dapat lagi keluar, beliau memerintahkan Abu Bakr untuk mengimami shalat โ sebuah indikasi yang dianggap para sahabat sebagai penunjukan tersirat. Beliau menghabiskan hari-hari terakhirnya di rumah Aisyah, dan para istri beliau bergantian merawatnya.
Wasiat Terakhir
Dalam hari-hari terakhirnya, Nabi memberikan beberapa wasiat yang kritis. Beliau membebaskan semua budak yang dimilikinya. Beliau berwasiat agar tidak ada seorang nabi atau orang shalih yang dikuburkan di tanah yang menjadi masjid โ sebuah peringatan terhadap pemujaan kubur. Beliau berulang kali mengingatkan: "Shalat! Shalat! Dan apa yang tangan kananmu miliki (yaitu budak)." Beliau meminta agar semua utang pribadinya dibayar. Dalam satu momen mengharukan yang diriwayatkan oleh Aisyah, beliau mengangkat tangannya tiga kali dan mengucapkan: "Dengan Sahabat Yang Maha Tinggi" โ sebuah pilihan yang jelas untuk bergabung dengan Allah.
Reaksi Para Sahabat
Kematian Nabi mengguncang komunitas Muslim hingga dasarnya. Umar berdiri dan bersumpah akan membunuh siapa pun yang mengatakan Nabi telah meninggal, tidak mampu menerima kenyataan pahit ini. Abu Bakr masuk, menutupi wajah Nabi, dan memberikan salah satu pidato paling bersejarah dalam Islam: "Barang siapa yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah wafat. Tetapi barang siapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Hidup dan tidak akan pernah mati." Kemudian ia membaca ayat Al-Quran: "Muhammad hanyalah seorang rasul; sebelumnya telah berlalu para rasul. Apakah jika dia wafat atau terbunuh, kamu akan berbalik ke belakang?" (3:144).
Suksesi dan Warisan
Pemilihan Abu Bakr sebagai khalifah melalui musyawarah di Saqifah Bani Sa'idah menetapkan preseden bahwa kepemimpinan Muslim dipilih melalui konsensus komunal, bukan warisan turun-temurun. Nabi dikuburkan di kamarnya โ yang kemudian menjadi bagian dari Masjid Nabawi, di mana makamnya masih menjadi tujuan ziarah bagi jutaan Muslim setiap tahun. Warisannya โ Al-Quran dan Sunnah โ tetap menjadi panduan komprehensif bagi lebih dari 1,8 miliar Muslim di seluruh dunia.
References in This Article
Related Articles
The Compilation of the Quran
How the Quran was preserved: from oral memorization during the Prophet's life to the standardized mushaf under Caliph Uthman.
The Rashidun Caliphate
The era of the four rightly-guided caliphs: Abu Bakr, Umar, Uthman, and Ali. The golden age of Islamic governance.
The Battle of Badr
The first major battle in Islamic history: 313 Muslims against 1,000 Quraysh, and how divine aid secured victory.
The Battle of Uhud
The second major battle: the reversal of fortune, the wounding of the Prophet, and the lessons for the ummah.