Dzikir — Mengingat Allah
Dzikir adalah menyebut dan mengingat Allah dengan lisan, hati, atau keduanya. Dzikir merupakan ibadah yang paling mudah dilakukan namun memiliki pahala yang sangat besar. Allah Ta'ala memerintahkan hambanya untuk banyak berzikir kepada-Nya dalam berbagai kesempatan.
Keutamaan Dzikir dalam Al-Qur'an dan Sunnah
Allah Ta'ala berfirman: "Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu." (QS. Al-Baqarah: 152). Ini adalah janji Allah yang luar biasa: setiap kali seorang hamba menyebut Allah, Allah pun menyebutnya. Allah juga berfirman: "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram." (QS. Ar-Ra'd: 28). Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda bahwa orang yang berdzikir kepada Allah dan yang tidak berdzikir ibarat orang yang hidup dan orang yang mati.
Jenis-Jenis Dzikir
Dzikir memiliki banyak bentuk dan jenis. Pertama, dzikir hati yaitu selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan, menghadirkan kebesaran dan keagungan Allah dalam pikiran dan perasaan. Kedua, dzikir lisan yaitu menyebut Allah dengan berbagai kalimat tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir. Ketiga, dzikir perbuatan yaitu melakukan setiap amalan dengan niat ibadah kepada Allah. Dzikir juga mencakup membaca Al-Qur'an, berdoa, beristighfar, membaca shalawat, dan berbagai wiridan yang diajarkan Rasulullah.
Kalimat-Kalimat Dzikir yang Utama
Di antara kalimat dzikir yang paling utama adalah: Subhanallah (Mahasuci Allah), Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), La ilaha illallah (Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah), dan Allahu Akbar (Allah Mahabesar). Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kalimat yang paling dicintai Allah ada empat: Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, dan Allahu Akbar. Tidak ada masalah kamu memulai dari yang mana." (HR. Muslim). Beliau juga menyebutkan bahwa subhanallah wa bihamdihi subhanallahil azhim adalah dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai Ar-Rahman.
Dzikir di Waktu-Waktu Tertentu
Islam mengajarkan dzikir-dzikir khusus untuk waktu-waktu tertentu. Ada dzikir pagi dan petang, dzikir sebelum dan sesudah makan, dzikir ketika masuk dan keluar rumah, dzikir ketika memakai pakaian, dzikir saat bepergian, dzikir ketika hendak tidur dan bangun tidur, dzikir setelah shalat, dan masih banyak lagi. Semua ini mengajarkan kita untuk selalu mengingat Allah dalam setiap aspek kehidupan.
Manfaat Dzikir bagi Jiwa dan Kehidupan
Selain pahala yang besar, dzikir memiliki banyak manfaat bagi kehidupan seorang Muslim. Dzikir menenangkan hati dan menghilangkan kecemasan. Dzikir mendekatkan hamba kepada Tuhannya. Dzikir mengusir setan dan godaannya. Dzikir membuka pintu rezeki dan keberkahan. Dzikir menjaga dari perbuatan keji dan munkar karena hati yang selalu ingat Allah tidak mudah terjerumus dalam maksiat. Dzikir juga menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa.
Jadikanlah dzikir sebagai nafas kehidupan. Sebagaimana tubuh membutuhkan udara, jiwa membutuhkan dzikir. Orang yang hatinya senantiasa terhubung dengan Allah melalui dzikir akan merasakan ketenangan dan kebahagiaan yang tidak dapat dibeli dengan harta seberapapun banyaknya.
References in This Article
Related Articles
The Five Pillars of Islam
The fundamental acts of worship that form the foundation of Muslim life: Shahada, Salah, Zakat, Sawm, and Hajj.
Salah — The Islamic Prayer
The five daily prayers: their times, conditions, pillars, obligations, and recommended acts according to all four madhabs.
Zakat — Obligatory Charity
The third pillar of Islam. Who must pay, what is owed, the eight categories of recipients, and calculation methods.
Fasting in Ramadan
The rules of fasting: who must fast, what breaks the fast, exemptions, and the spiritual dimensions of Sawm.