Rasm al-Utsmani: Tulisan Qurani Usmani
Kodifikasi Mushaf UtsmaniSetelah wafatnya Nabi, Al-Quran yang sebelumnya tersebar di berbagai media dan hafalan para sahabat dikodifikasikan secara bertahap. Kompilasi definitif dilakukan di bawah Khalifah Utsman ibn Affan (memerintah 644-656 M), yang memerintahkan komite yang dipimpin oleh Zaid ibn Tsabit untuk menyiapkan salinan standar Al-Quran. Salinan-salinan ini dikirimkan ke berbagai pusat kekhalifahan, dan varian-varian lain diperintahkan untuk dimusnahkan. Ortografi โ tata cara penulisan โ dari mushaf-mushaf ini dikenal sebagai rasm al-Utsmani.
Keunikan rasm Utsmani terletak pada kenyataan bahwa ia tidak sepenuhnya mengikuti kaidah ejaan Arab standar yang berlaku saat itu maupun yang berkembang kemudian. Beberapa kata ditulis dengan cara yang kelihatannya tidak biasa, seperti penulisan "as-salah" dengan waw setelah lam (ุงูุตููุฉ) alih-alih dengan alif (ุงูุตูุงุฉ), atau penulisan "al-rahman" tanpa alif di beberapa tempat. Para ulama menawarkan berbagai penjelasan untuk fenomena ini: sebagian menyebutnya sebagai kekhasan dialek Quraisy, sebagian melihatnya sebagai isyarat makna-makna tambahan, dan sebagian lagi berpendapat bahwa ini adalah konvensi penulisan yang memang berbeda dari kaidah umum namun sengaja dipertahankan demi menjaga orisinalitas teks.
Hukum mengikuti rasm Utsmani dalam penulisan mushaf Al-Quran menjadi perdebatan di antara para ulama. Mayoritas ulama klasik, termasuk Imam Malik, berpendapat bahwa wajib mengikuti rasm Utsmani ketika menulis mushaf. Mereka berargumen bahwa rasm ini telah menjadi identitas mushaf yang disepakati oleh para sahabat, dan perubahan terhadapnya membuka pintu bagi perubahan-perubahan lain yang tidak dapat dikontrol. Sebaliknya, sebagian ulama, termasuk beberapa ulama Andalus, membolehkan penulisan dengan ejaan yang lebih modern selama maknanya tidak berubah dan tidak menimbulkan kekeliruan.
Ketika ilmu tajwid berkembang dan tanda baca (harakat) serta tanda-tanda bantu seperti hamzah, tasydid, dan sukun mulai ditambahkan ke dalam mushaf pada era al-Hajjaj ibn Yusuf al-Tsaqafi dan kemudian disempurnakan oleh al-Khalil ibn Ahmad al-Farahidi, teks dasar rasm Utsmani tetap tidak berubah. Penambahan-penambahan ini hanya bersifat panduan bacaan, bukan perubahan teks. Semua mushaf Al-Quran yang beredar di seluruh dunia hingga hari ini โ dari percetakan King Fahd Complex di Madinah hingga berbagai penerbit di seluruh dunia โ menggunakan rasm Utsmani sebagai dasarnya, menegaskan betapa mendalamnya penerimaan umat Islam terhadap warisan kodifikasi ini.
Rasm Utsmani juga menjadi salah satu bukti terpeliharanya Al-Quran sepanjang masa. Mushaf-mushaf kuno yang ditemukan di berbagai perpustakaan dunia โ termasuk manuskrip Sana'a di Yaman dan manuskrip Birmingham di Inggris yang diperkirakan berasal dari abad pertama Hijriah โ menunjukkan keseragaman yang luar biasa dengan mushaf yang digunakan umat Islam saat ini.
References in This Article
Related Articles
Ulum al-Quran โ Sciences of the Quran
The disciplines that serve Quran understanding: revelation history, recitation modes, Arabic rhetoric, and more.
Tafsir Methodology โ Interpreting the Quran
The science of Quran exegesis: its sources, types, major works, and the qualifications of a mufassir.
Naskh โ Abrogation in the Quran and Sunnah
The concept of abrogation: what it means, scholarly views, examples, and common misconceptions.
Prophet Ibrahim (Abraham): The Friend of Allah
The story of Ibrahim, from smashing the idols to the ultimate test of sacrificing his son, and his role as the father of monotheism.