Riya: Pamer sebagai Syirik Tersembunyi
Riya sebagai Syirik Kecil
Riya โ melakukan ibadah untuk dilihat atau dipuji orang lain โ adalah salah satu penyakit jiwa yang paling berbahaya karena ia merusak nilai spiritual dari amal yang tampaknya saleh dari luar. Nabi bersabda: "Yang paling aku takuti atas kalian adalah syirik kecil." Ditanya apa itu, beliau menjawab: "Riya." Al-Quran memperingatkan: "Maka celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat riya" (107:4-6). Orang yang shalat untuk dilihat manusia, bukan untuk Allah, mendapat celaan yang keras ini.
Tanda-Tanda Riya
Riya memiliki manifestasi yang halus dan mudah terlewat. Tanda-tandanya meliputi: memperindah ibadah ketika ada yang melihat dan mempermalas-malaskannya ketika sendirian; merasa senang ketika dipuji atas ibadah dan merasa sedih atau marah ketika tidak diperhatikan; melakukan amal-amal tertentu hanya ketika ada audiens; menyesuaikan konten ceramah atau tulisan untuk mendapat persetujuan pendengar daripada menyampaikan kebenaran; dan merasa hampa atau tidak termotivasi untuk beribadah ketika tidak ada yang melihat.
Derajat-Derajat Riya
Riya memiliki derajat. Riya yang parah adalah melakukan ibadah semata-mata untuk manusia dengan tidak ada unsur Allah sama sekali โ ini membatalkan amal sepenuhnya. Riya yang lebih halus adalah melakukan ibadah karena Allah tetapi dengan harapan sekunder mendapat pujian manusia โ ini melemahkan nilai amal. Yang paling halus adalah sekadar merasa senang ketika dipuji atas ibadah yang dilakukan dengan tulus โ ini tidak merusak amal selama ia tidak dimaksudkan.
Obat-Obat Riya
Para ulama menawarkan beberapa obat untuk riya: menyembunyikan amal-amal saleh sebisa mungkin, terutama sedekah โ Nabi memuji orang yang bersedekah dengan tangan kanan sehingga tangan kirinya tidak tahu; melatih diri untuk peduli hanya pada penilaian Allah dan tidak terpengaruh oleh pujian atau celaan manusia; mengingat bahwa riya membatalkan pahala amal di Hari Kiamat โ Nabi menggambarkan orang-orang yang pertama kali diadili di Hari Kiamat adalah yang ibadahnya ternoda oleh riya, mereka dilempar ke neraka; dan secara rutin mengaudit niat sebelum, selama, dan setelah beribadah.
References in This Article
Related Articles
Adab โ Islamic Etiquette and Manners
The Prophetic etiquettes for eating, drinking, sleeping, greeting, visiting, and social interaction.
Haya โ Modesty in Islam
The comprehensive Islamic concept of modesty: in dress, speech, behavior, and the gaze. A branch of faith.
Tawbah โ Repentance in Islam
The door of repentance: conditions for valid tawbah, major vs minor sins, and the infinite mercy of Allah.
Sabr โ Patience in Islam
The virtue that encompasses all trials: patience in worship, patience from sin, and patience with Allah's decree.