Salah — Shalat dalam Islam
Salah (shalat) adalah rukun Islam yang kedua dan ibadah terpenting setelah Syahadat. Ia diwajibkan pada malam Isra dan Mi'raj, ketika Allah memerintahkan Nabi Muhammad (shallallahu 'alaihi wa sallam) dengan lima puluh shalat, yang kemudian dikurangi menjadi lima namun tetap menyimpan pahala lima puluh. Nabi bersabda: "Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat; barang siapa meninggalkannya berarti ia telah kafir" (Sunan al-Tirmidhi).
Lima Shalat Harian
Lima shalat wajib dan waktunya adalah: Fajr (dari fajar hingga terbit matahari, 2 rakaat), Dhuhr (dari tengah hari hingga bayangan benda menyamai panjangnya, 4 rakaat), Asr (dari akhir waktu Dhuhr hingga matahari terbenam, 4 rakaat), Maghrib (dari terbenam matahari hingga hilangnya awan merah, 3 rakaat), dan Isha (dari hilangnya awan merah hingga sepertiga akhir malam, 4 rakaat). Al-Quran berfirman: "Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman" (Quran 4:103).
Syarat-Syarat Shalat
Sebelum melaksanakan Salah, beberapa syarat harus terpenuhi: Islam, berakal, mencapai usia tamyiz, bersuci (wudu atau tayammum), menutup aurat (mazhab Hanafi mendefinisikan aurat laki-laki sebagai antara pusar dan lutut; aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah, telapak tangan, dan kaki), menghadap kiblat (arah Ka'bah), dan masuknya waktu shalat. Mazhab Maliki menambahkan niat sebagai syarat, sedangkan mazhab lain menganggapnya sebagai rukun shalat itu sendiri.
Rukun-Rukun Shalat
Rukun adalah amalan wajib yang apabila ditinggalkan maka shalat menjadi tidak sah. Rukun-rukun tersebut meliputi: berdiri (qiyam) bagi yang mampu, takbiratul ihram (Allahu Akbar), membaca Surah al-Fatihah pada setiap rakaat, ruku, bangkit dari ruku, sujud di tujuh anggota badan, duduk di antara dua sujud, tasyahhud akhir, duduk untuk tasyahhud akhir, dan salam penutup. Mazhab Syafi'i menambahkan shalawat kepada Nabi dalam tasyahhud akhir sebagai rukun.
Dimensi Spiritual
Selain gerakan fisik, Salah dimaksudkan sebagai percakapan langsung dengan Allah. Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: "Shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat" (Sahih al-Bukhari). Al-Quran menggambarkan orang-orang beriman sebagai mereka yang "khusyu dalam shalatnya" (Quran 23:2). Khusyu (konsentrasi yang penuh kekhidmatan) adalah ruh shalat, yang dicapai melalui pemahaman atas apa yang dibaca, kesadaran bahwa kita tengah berdiri di hadapan Allah, dan pengabdian hati.
References in This Article
Hadith Collections
Related Articles
The Five Pillars of Islam
The fundamental acts of worship that form the foundation of Muslim life: Shahada, Salah, Zakat, Sawm, and Hajj.
Zakat — Obligatory Charity
The third pillar of Islam. Who must pay, what is owed, the eight categories of recipients, and calculation methods.
Fasting in Ramadan
The rules of fasting: who must fast, what breaks the fast, exemptions, and the spiritual dimensions of Sawm.
Hajj — The Pilgrimage to Mecca
The fifth pillar of Islam. The rites, conditions, and spiritual significance of the annual pilgrimage.