Enam Rukun Iman
Enam Rukun Iman (Arkan al-Iman) menetapkan apa yang harus diyakini seorang Muslim dalam hatinya. Rukun-rukun iman ini diajarkan oleh Nabi Muhammad (shallallahu alaihi wa sallam) dalam hadits Jibril yang terkenal, ketika malaikat Jibril datang dalam wujud seorang pria dan bertanya tentang Islam, Iman, dan Ihsan (Sahih Muslim). Iman adalah keyakinan batiniah yang melengkapi praktik lahiriah lima rukun Islam.
1. Iman kepada Allah
Rukun iman yang pertama adalah beriman kepada Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang hakiki, Pencipta, Pemelihara, dan Penguasa seluruh alam semesta. Ini mencakup Rububiyyah-Nya (Ketuhanan), hak-Nya semata untuk disembah (Uluhiyyah), serta Nama-nama dan Sifat-sifat-Nya yang sempurna (al-Asma wa al-Sifat). Allah berfirman: "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat" (Al-Quran 42:11).
2. Iman kepada Malaikat
Kaum Muslim beriman kepada keberadaan malaikat, yang diciptakan dari cahaya, dan menjalankan perintah Allah tanpa kedurhakaan. Malaikat-malaikat utama antara lain Jibril (Gabriel) yang menyampaikan wahyu; Mikail (Michael) yang bertanggung jawab atas rezeki; Israfil yang akan meniup sangkakala pada Hari Kiamat; dan Izrail (Malaikat Maut). Al-Quran menyatakan: "Segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang mempunyai sayap, masing-masing dua, tiga, dan empat" (Al-Quran 35:1).
3. Iman kepada Kitab-kitab yang Diturunkan
Kaum Muslim beriman kepada semua kitab suci yang Allah turunkan kepada para nabi-Nya, termasuk Suhuf (lembaran-lembaran) Ibrahim, Taurat yang diberikan kepada Musa, Zabur yang diberikan kepada Dawud, Injil yang diberikan kepada Isa, dan Al-Quran yang diberikan kepada Muhammad (shallallahu alaihi wa sallam). Al-Quran adalah wahyu terakhir dan tolok ukur atas semua kitab sebelumnya: "Dan Kami telah menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan sebagai tolok ukur terhadap mereka" (Al-Quran 5:48).
4. Iman kepada Para Rasul
Kaum Muslim beriman kepada semua nabi dan rasul yang diutus Allah, dari Adam hingga Muhammad (shallallahu alaihi wa sallam). Mereka adalah manusia terpilih yang menerima wahyu dan menyampaikannya kepada umat mereka. Al-Quran menyebutkan 25 nabi secara nama, dan diimani bahwa jumlah keseluruhan nabi sangat banyak. Nabi bersabda: "Iman kepada semua nabi" merupakan bagian dari Iman yang sempurna.
5. Iman kepada Hari Akhir
Keyakinan akan Hari Kiamat mencakup kematian, kehidupan di alam kubur (barzakh), kebangkitan, penghisaban (hisab), timbangan amal (mizan), sirath (jembatan), serta surga dan neraka. Al-Quran menjadikan keyakinan akan hari akhirat sebagai tema sentral: "Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya" (Al-Quran 40:59).
6. Iman kepada Takdir
Iman kepada qadar (takdir) mencakup empat tingkatan: keyakinan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu, bahwa Dia mencatat segalanya di Lauh Mahfuzh, bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak dan kekuasaan-Nya, dan bahwa Dia adalah Pencipta segala sesuatu. Al-Quran menyatakan: "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran" (Al-Quran 54:49). Iman kepada takdir tidak menghilangkan tanggung jawab manusia, karena Allah juga menciptakan kehendak bebas manusia.
References in This Article
Related Articles
Tawhid — Islamic Monotheism
The absolute oneness of Allah in His lordship, worship, and names and attributes. The foundation of Islamic theology.
Shirk — Associating Partners with Allah
The gravest sin in Islam. Types of shirk (major and minor), its manifestations, and how to avoid it.
Bid'ah — Innovation in Religion
What constitutes religious innovation, the scholarly difference between good and bad innovation, and its boundaries.
Tawhid ar-Rububiyyah — Oneness of Lordship
The belief that Allah alone is the Creator, Sustainer, Provider, and Sovereign of all existence.