Tafsir bil-Ma'tsur: Penafsiran Berbasis Riwayat
Tafsir bil-Ma'tsur atau tafsir riwayat adalah metode penafsiran Al-Quran yang mengandalkan riwayat-riwayat yang berasal dari Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan tabi'in. Metode ini dianggap sebagai metode tafsir yang paling utama dan paling terpercaya karena mengembalikan pemahaman Al-Quran kepada sumber-sumber yang paling dekat dengan masa turunnya wahyu Allah SWT.
Para ulama tafsir menetapkan urutan hierarki dalam tafsir bil-ma'tsur. Tingkatan pertama dan tertinggi adalah menafsirkan Al-Quran dengan Al-Quran itu sendiri. Seringkali Allah SWT menjelaskan sesuatu yang disebutkan secara global di satu tempat dengan penjelasan yang lebih rinci di tempat lain dalam Al-Quran. Misalnya, perintah shalat yang disebutkan secara umum di banyak tempat dijelaskan tata caranya lebih detail melalui hadits Nabi yang bersumber dari wahyu.
Tingkatan kedua adalah menafsirkan Al-Quran dengan hadits Nabi SAW. Rasulullah SAW adalah penjelas utama Al-Quran sebagaimana disebutkan dalam firman Allah dalam Surah An-Nahl ayat 44. Hadits-hadits tafsir tersebar dalam berbagai kitab hadits dan kitab tafsir klasik dan merupakan sumber yang sangat kaya dalam memahami maksud ayat-ayat Al-Quran.
Tingkatan ketiga adalah tafsir para sahabat. Mereka adalah orang-orang yang menyaksikan langsung turunnya Al-Quran dan memahami konteks serta latar belakangnya atau yang dikenal dengan asbab al-nuzul. Para sahabat seperti Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Masud, Ubay bin Ka'ab, dan Ali bin Abi Thalib dikenal sebagai mufassir utama di kalangan sahabat Nabi. Tingkatan keempat adalah tafsir tabi'in yang mengambil ilmu langsung dari para sahabat dan menjadi penghubung antara generasi sahabat dengan generasi berikutnya.
Kitab-kitab tafsir bil-ma'tsur yang paling masyhur antara lain Tafsir al-Thabari yang komprehensif, Tafsir Ibn Katsir yang sangat populer di kalangan umat Islam, Tafsir al-Baghawi, dan Tafsir al-Durr al-Mantsur karya Imam as-Suyuthi. Ibn Katsir dalam muqaddimah tafsirnya menyatakan bahwa tidak ada metode yang lebih baik dalam menafsirkan Al-Quran selain tafsir bil-ma'tsur. Para ulama tetap mewaspadai riwayat-riwayat Isra'iliyyat yang banyak masuk dalam kitab-kitab tafsir dan perlu dipilah secara kritis menggunakan kaidah-kaidah ilmiah yang ketat.
References in This Article
Related Articles
Ulum al-Quran โ Sciences of the Quran
The disciplines that serve Quran understanding: revelation history, recitation modes, Arabic rhetoric, and more.
Tafsir Methodology โ Interpreting the Quran
The science of Quran exegesis: its sources, types, major works, and the qualifications of a mufassir.
Naskh โ Abrogation in the Quran and Sunnah
The concept of abrogation: what it means, scholarly views, examples, and common misconceptions.
Prophet Ibrahim (Abraham): The Friend of Allah
The story of Ibrahim, from smashing the idols to the ultimate test of sacrificing his son, and his role as the father of monotheism.