Tauhid ar-Rububiyyah — Keesaan Ketuhanan
Tauhid ar-Rububiyyah adalah penegasan bahwa Allah satu-satunya Rabb (Tuhan) dari seluruh ciptaan. Hanya Dia yang menciptakan, memelihara, menghidupkan, mematikan, memberi rezeki, mengatur, dan mengendalikan seluruh urusan alam semesta. Tidak ada yang berbagi dalam kedaulatan-Nya, dan tidak ada yang terjadi kecuali atas kehendak dan takdir-Nya. Al-Quran berulang kali menekankan hal ini: "Allah Pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara segala sesuatu" (Al-Quran 39:62).
Apa yang tercakup dalam Rububiyyah meliputi beberapa dimensi utama. Allah adalah al-Khaliq (Pencipta): "Itulah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu" (Quran 40:62). Allah adalah al-Razzaq (Pemberi rezeki): "Tidak ada satu makhluk pun di bumi melainkan Allah yang menanggung rezekinya" (Quran 11:6). Allah adalah al-Mudabbir (Pengatur segala urusan): "Dia mengatur urusan dari langit ke bumi" (Quran 32:5). Allah adalah al-Muhyi dan al-Mumit (Pemberi kehidupan dan kematian).
Para ulama menjelaskan bahwa kebanyakan manusia — termasuk kaum musyrikin Arab di zaman Nabi — mengakui Tauhid ar-Rububiyyah. Al-Quran menegaskan: "Dan jika kamu tanya kepada mereka: Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Niscaya mereka menjawab: Allah" (Quran 39:38). Namun pengakuan ini saja tidak cukup untuk menjadikan seseorang Muslim. Tauhid Rububiyyah harus dibarengi dengan Tauhid Uluhiyyah (mengesakan Allah dalam ibadah) dan Tauhid Asma wa Sifat (mengesakan Allah dalam nama dan sifat-Nya).
Pemahaman yang benar tentang Tauhid ar-Rububiyyah memiliki implikasi mendalam dalam kehidupan seorang Muslim. Keyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya Pengatur alam semesta mendorong tawakkul (berserah diri) yang benar kepada Allah. Seorang Muslim yang memahami Rububiyyah tidak akan berputus asa ketika ditimpa musibah, karena ia tahu bahwa semua itu datang dari Allah yang Maha Bijaksana. Ia juga tidak akan terlena oleh keberhasilan, karena menyadari bahwa nikmat itu adalah anugerah dari Allah semata.
Dalil-dalil tentang Tauhid ar-Rububiyyah bertebaran di seluruh Al-Quran, khususnya dalam ayat-ayat kauniyyah (tentang alam semesta) yang mengajak manusia merenungkan ciptaan Allah. Observasi terhadap alam — dari siklus hujan, pertumbuhan tanaman, perputaran siang dan malam, hingga keteraturan galaksi — semuanya menunjukkan adanya satu Pengatur yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana. Inilah mengapa Al-Quran sering menghubungkan ayat-ayat kauniyyah dengan seruan untuk beriman dan bersyukur.
References in This Article
Related Articles
The Six Pillars of Iman (Faith)
The articles of faith in Islam: belief in Allah, His Angels, His Books, His Messengers, the Last Day, and Divine Decree.
Tawhid — Islamic Monotheism
The absolute oneness of Allah in His lordship, worship, and names and attributes. The foundation of Islamic theology.
Shirk — Associating Partners with Allah
The gravest sin in Islam. Types of shirk (major and minor), its manifestations, and how to avoid it.
Bid'ah — Innovation in Religion
What constitutes religious innovation, the scholarly difference between good and bad innovation, and its boundaries.