'Ujub: Penyakit Kagum Diri
Apa itu 'Ujub?
'Ujub adalah perasaan kagum pada diri sendiri atas ibadah, pengetahuan, keindahan, kecerdasan, atau kualitas lainnya โ dengan cara yang membuat seseorang merasa unggul dan melupakan ketergantungannya kepada Allah. Ini berbeda dari rasa percaya diri yang sehat (yang mengenali kemampuan nyata tanpa kesombongan) dan dari riya (yang mencari pujian orang lain). 'Ujub adalah kepuasan internal yang merusak โ seseorang kagum pada dirinya sendiri bahkan tanpa audiens eksternal.
Nabi menyebutkan 'ujub sebagai satu dari hal-hal yang merusak: "Tiga hal yang membinasakan: kekikiran yang diikuti, hawa nafsu yang dituruti, dan seseorang yang kagum pada dirinya sendiri." 'Ujub adalah berbahaya terutama dalam konteks ibadah: seseorang yang kagum atas shalatnya, puasanya, atau ilmunya berada dalam bahaya kehilangan manfaat spiritualnya.
Bahaya 'Ujub
'Ujub berbahaya karena beberapa alasan. Ia menutup pintu perbaikan diri โ seseorang yang kagum pada dirinya tidak dapat melihat kekurangannya. Ia menghancurkan ikhlas โ ketika seseorang memandang ibadahnya dengan rasa kagum, perhatiannya berpindah dari Allah kepada dirinya sendiri. Ia menimbulkan kesombongan dan penghinaan terhadap orang lain โ 'ujub yang tidak diperiksa berkembang menjadi kibr (kesombongan). Dan Al-Quran menggambarkan umat yang hancur karena puas dengan diri mereka sendiri: "Dan pada hari Hunain, ketika jumlah kalian yang banyak menyenangkan kalian, tetapi ia tidak memberi kalian manfaat sedikit pun" (9:25).
Membedakan 'Ujub dari Percaya Diri yang Sehat
Islam tidak melarang mengenali kekuatan dan kemampuan seseorang โ ini adalah penilaian yang realistis yang diperlukan untuk perencanaan dan tindakan yang efektif. Yang dilarang adalah menganggap kekuatan-kekuatan ini sebagai milik sendiri daripada karunia dari Allah. Seorang Muslim yang berkata dalam hatinya "Saya adalah pembicara yang baik dan dapat menggunakan kemampuan ini untuk dakwah โ alhamdulillah" berbeda dari seorang yang berkata "Saya adalah pembicara yang jauh lebih baik dari orang lain." Yang pertama adalah pengakuan atas nikmat dengan syukur; yang kedua adalah 'ujub.
Obat-Obat 'Ujub
Obat-obat 'ujub meliputi: mengingat bahwa setiap nikmat dan kemampuan adalah dari Allah dan bukan dari diri sendiri; merenungkan kekurangan dan dosa diri sendiri untuk menyeimbangkan kecenderungan kagum; bergaul dengan orang-orang yang saleh dan berilmu yang mengingatkan kita tentang betapa banyak yang tidak kita ketahui; dan mempelajari kisah-kisah orang-orang yang jatuh karena 'ujub mereka, dari Iblis yang menolak bersujud kepada Adam karena menganggap dirinya lebih baik, hingga contoh-contoh dalam sejarah.
References in This Article
Hadith Collections
Related Articles
Adab โ Islamic Etiquette and Manners
The Prophetic etiquettes for eating, drinking, sleeping, greeting, visiting, and social interaction.
Haya โ Modesty in Islam
The comprehensive Islamic concept of modesty: in dress, speech, behavior, and the gaze. A branch of faith.
Tawbah โ Repentance in Islam
The door of repentance: conditions for valid tawbah, major vs minor sins, and the infinite mercy of Allah.
Sabr โ Patience in Islam
The virtue that encompasses all trials: patience in worship, patience from sin, and patience with Allah's decree.