Loading...
Loading...
أحمد بن حنبل
Imam
Ahmad ibn Muhammad ibn Hanbal ash-Shaybani (164-241 H / 780-855 M) adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia keilmuan Islam, pendiri mazhab Hanbali dalam fikih, dan salah satu ulama hadith terbesar sepanjang masa. Dilahirkan di Baghdad, ia kehilangan ayahnya sejak kecil dan dibesarkan oleh ibunya. Ia mulai mempelajari hadith pada usia lima belas tahun dan melakukan perjalanan panjang ke berbagai penjuru dunia Islam, menimba ilmu dari Imam asy-Syafi'i, Sufyan ibn Uyaynah, Waki ibn al-Jarrah, Yahya ibn Said al-Qattan, dan banyak ulama lainnya.
Karya Imam Ahmad yang paling terkenal adalah al-Musnad, salah satu kitab koleksi hadith terbesar yang pernah disusun, memuat sekitar 28.000 riwayat yang diatur berdasarkan nama sahabat yang meriwayatkannya. Selain di bidang hadith, ia adalah seorang teolog yang teguh pendirian dan gigih membela akidah Salaf, dengan menegaskan bahwa Al-Quran adalah Kalam Allah yang tidak diciptakan. Pendirian ini membawanya ke dalam penjara dan penyiksaan selama al-Mihnah, yakni inkuisisi Abbasiyah di bawah Khalifah al-Makmun dan al-Mu'tashim, yang memaksakan doktrin Mu'tazilah bahwa Al-Quran adalah makhluk. Penolakan Ahmad untuk menyerah, meskipun mengalami hukuman fisik yang berat, menganugerahinya gelar Imam Ahl as-Sunnah (Imam Ahlus Sunnah).
Metodologi hukumnya mengutamakan Al-Quran, as-Sunnah, ijmak dan pendapat para Sahabat, serta hadith yang sahih di atas akal dan ra'yu. Mazhab Hanbali yang ia dirikan menjadi salah satu dari empat mazhab Sunni yang diakui. Ia juga menulis karya-karya tentang akidah, kezuhudan (az-Zuhd), dan keutamaan para Sahabat. Ia wafat di Baghdad pada tahun 241 H (855 M), dan jenazahnya dihadiri oleh ratusan ribu orang. Pengaruhnya terhadap ortodoksi Sunni, keilmuan hadith, dan hukum Islam sungguh tak ternilai besarnya.