Loading...
Loading...
الحجاوي
Sharaf ad-Din Abu an-Naja Musa ibn Ahmad ibn Musa al-Hajjawi al-Maqdisi (wafat 968 H / 1560 M) adalah seorang ahli fikih Hanbali terkemuka yang menjabat sebagai imam dan khatib Masjid Umayyah di Damaskus, serta menjadi otoritas Hanbali tertinggi di wilayah Syam pada pertengahan abad kesepuluh Hijriah. Beliau lahir di desa Hajja dekat Nablus di Palestina, kemudian pindah ke Damaskus, tempat ia meraih kedudukan keilmuan dan keagamaan tertinggi yang dapat dicapai oleh seorang ulama Hanbali pada masanya.
Al-Hajjawi belajar kepada ulama-ulama Hanbali senior di Syam dan Palestina, menguasai fikih mazhab beserta metodologi hukumnya secara mendalam. Ia diakui sebagai otoritas Hanbali utama di Damaskus dan ditunjuk untuk memimpin shalat berjamaah di Masjid Umayyah yang agung — salah satu jabatan keagamaan paling bergengsi di kota tersebut. Di antara murid-muridnya terdapat banyak yang kemudian menjadi ulama terkemuka di zamannya, meneruskan tradisi mazhab Hanbali sepanjang masa Utsmaniyah.
Karya terbesarnya yang bertahan hingga kini adalah al-Iqna li-Thalib al-Intifa (Karya yang Meyakinkan bagi Pencari Manfaat), sebuah panduan komprehensif fikih Hanbali yang memaparkan secara sistematis pendapat-pendapat yang dipegang dalam mazhab, mencakup seluruh bab mulai dari thaharah hingga muamalat, hukum keluarga, dan hukuman pidana. Karya ini kemudian mendapat syarah yang otoritatif dan definitif dari Manshur al-Buhuti berjudul Kashshaf al-Qina an Matn al-Iqna, yang menjadi salah satu rujukan utama seluruh mazhab Hanbali.
Beliau juga menulis Zad al-Mustaqni fi Ikhtishar al-Muqni, sebuah ringkasan padat dan cermat dari kitab al-Muqni karya Ibn Qudamah al-Maqdisi. Teks ini menjadi matan fikih Hanbali yang paling banyak dihafal sepanjang sejarah dan mendapat syarah yang digemari dari al-Buhuti berjudul ar-Rawd al-Murbi bi-Syarh Zad al-Mustaqni, yang kemudian diperluas keterjangkauannya melalui rekaman dan penjelasan yang luas dari ulama-ulama Hanbali abad kedua puluh, termasuk Ibn Baz dan Ibn Utsaimin.
Kedua karya al-Hajjawi mendefinisikan kurikulum standar pendidikan fikih Hanbali selama lima abad terakhir. Kemampuannya menyarikan pembahasan hukum yang kompleks ke dalam teks yang jelas dan otoritatif menjadikan tulisan-tulisannya sekaligus mudah dipahami oleh para penuntut ilmu dan dapat diandalkan oleh para ulama tingkat lanjut. Beliau wafat di Damaskus sekitar tahun 968 H (1560 M).