Loading...
Loading...
الواحدي
Imam
Abu al-Hasan Ali ibn Ahmad al-Wahidi an-Naysaburi (398-468 H / 1008-1076 M) adalah seorang mufassir Al-Qur'an terkemuka dan pelopor utama ilmu Asbab an-Nuzul (sebab-sebab dan keadaan turunnya wahyu Al-Qur'an) pada periode klasik. Lahir di Nishapur, ibu kota intelektual Khurasan, beliau menimba ilmu dari para ulama besar di kawasan tersebut, termasuk mufassir Al-Qur'an yang masyhur, Abu Ishaq Ahmad ibn Muhammad ath-Tha'labi.
Karya ilmiah al-Wahidi berfokus terutama pada ilmu-ilmu Al-Qur'an. Ketiga karya tafsirnya mewakili tingkat kedalaman yang berbeda-beda: al-Wajiz (Yang Ringkas), sebuah komentar singkat; al-Wasit (Yang Menengah), tafsir berukuran sedang; dan al-Basit (Yang Luas), komentar terperinci dan masif yang banyak merujuk pada filologi bahasa Arab klasik serta pendapat-pendapat para ulama. Ketiga karya ini secara bersama-sama mencerminkan pendekatan yang komprehensif dalam tafsir Al-Qur'an dan memberikan pengaruh besar terhadap para mufassir sesudahnya.
Sumbangan terbesarnya bagi ilmu-ilmu Islam adalah kitab Asbab an-Nuzul (Sebab-Sebab Turunnya Wahyu), yang secara sistematis mengumpulkan dan menyusun riwayat-riwayat yang menjelaskan latar belakang historis turunnya ayat-ayat Al-Qur'an. Karya ini menjadi rujukan utama dalam jenisnya dan hingga kini masih banyak digunakan oleh para ulama. Beliau juga mengarang al-Iqna' dalam bidang linguistik Arab serta karya-karya tentang asma Allah.
Al-Wahidi diakui semasa hidupnya sebagai otoritas tertinggi dalam bidang tafsir di Khurasan. Beliau wafat di Nishapur pada tahun 468 H, meninggalkan warisan keilmuan yang membentuk kajian tafsir Al-Qur'an dan ilmu Asbab an-Nuzul selama berabad-abad setelahnya. Karya-karyanya terus diterbitkan dan dijadikan rujukan oleh para pelajar dan ulama ilmu-ilmu Al-Qur'an.